KALTIMPOST.ID, Musim kemarau 2026 menjadi perhatian setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak kemarau berlangsung pada Juli–September.
Fenomena El Niño juga diperkirakan membuat sebagian wilayah Indonesia mengalami kondisi yang lebih kering dan kemarau yang lebih panjang.
Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu lebih memperhatikan kesehatan, terutama ketika aktivitas harian tetap berlangsung di tengah cuaca panas dan kering.
Menjaga daya tahan tubuh bukan berarti harus mengandalkan suplemen, tetapi dimulai dari mencukupi kebutuhan nutrisi, cairan, istirahat, dan pola hidup sehat.
Baca Juga: Jangan Sepelekan Asap Karhutla! Ini 6 Tanda Tubuh Sudah Kewalahan dan Cara Mengantisipasi
Lantas, apa saja imun booster saat kemarau yang benar-benar dibutuhkan tubuh?
Sejumlah vitamin dan mineral memang memiliki peran penting dalam fungsi sistem kekebalan tubuh.
Tetapi, kebutuhan tersebut pada dasarnya dapat dipenuhi melalui pola makan yang beragam dan bergizi.
Vitamin C, D, dan Zinc
Vitamin C menjadi salah satu nutrisi yang sering dikaitkan dengan vitamin untuk daya tahan tubuh.
Menurut Office of Dietary Supplements (ODS) National Institutes of Health (NIH), vitamin C merupakan antioksidan dan berperan dalam fungsi kekebalan tubuh.
Sumber alaminya antara lain jeruk, buah-buahan lain, serta berbagai sayuran.
Selain vitamin C, tubuh juga membutuhkan vitamin D dan zinc agar sistem kekebalan dapat bekerja dengan baik.
Vitamin D berperan dalam fungsi imun, sedangkan zinc dibutuhkan dalam berbagai proses yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh.
Kebutuhan nutrisi tersebut tidak harus selalu dipenuhi melalui kapsul atau tablet.
Makanan yang beragam dapat memberikan vitamin, mineral, protein, dan zat gizi lain yang dibutuhkan tubuh.
Baca Juga: Menempelkan Jahe di Telapak Kaki Bayi: Benarkah Bisa Atasi Napas Grok-Grok atau Malah Bikin Iritasi?
NIH juga menekankan bahwa pada orang yang tidak mengalami kekurangan nutrisi tertentu, meningkatkan konsumsi vitamin dan mineral melalui suplemen umumnya tidak terbukti mencegah infeksi.
Jangan Lupakan Cairan
Selain asupan makanan, kebutuhan cairan menjadi hal penting selama kemarau. Cuaca panas dapat meningkatkan kehilangan cairan melalui keringat.
Karena itu, mencukupi kebutuhan air merupakan bagian penting dari cara meningkatkan imun sekaligus menjaga kondisi tubuh tetap prima.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) melalui National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) menyebut minum cukup cairan merupakan salah satu langkah terpenting untuk mencegah gangguan kesehatan akibat panas.
Air umumnya sudah cukup untuk menjaga hidrasi, terutama dalam aktivitas sehari-hari. Jangan menunggu hingga rasa haus berlebihan untuk mulai minum.
Kebutuhan cairan juga perlu diperhatikan lebih serius bagi orang yang beraktivitas di luar ruangan atau berada di lingkungan panas dalam waktu lama.
Suplemen Bukan Jalan Pintas
Anggapan bahwa semakin banyak vitamin berarti semakin kuat daya tahan tubuh perlu diluruskan.
Suplemen dapat membantu apabila seseorang mengalami kekurangan nutrisi tertentu atau memiliki kebutuhan khusus berdasarkan kondisi kesehatan.
Baca Juga: Stres Ternyata Bisa Bikin Tekanan Darah Naik, Coba 3 Kebiasaan Ini untuk Redakan!
Namun, konsumsi berlebihan tidak otomatis membuat sistem imun bekerja lebih baik.
Karena itu, makanan untuk meningkatkan imun sebaiknya menjadi perhatian utama selama kemarau.
Pilih makanan beragam yang mencakup buah, sayuran, sumber protein, serta sumber vitamin dan mineral lainnya.
Pola makan yang seimbang lebih penting daripada hanya mengandalkan satu jenis makanan atau suplemen tertentu.
Istirahat yang cukup juga perlu menjadi bagian dari rutinitas. Tubuh membutuhkan waktu untuk memulihkan diri setelah beraktivitas, terlebih ketika harus menghadapi kondisi panas dalam waktu panjang.
Dengan demikian, menghadapi kemarau panjang tidak cukup hanya dengan mencari produk yang disebut sebagai “imun booster”.
Menjaga kecukupan cairan, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, tidur cukup, tetap aktif secara wajar, dan melindungi tubuh dari paparan panas merupakan langkah yang lebih tepat. (*)
Editor : Almasrifah