KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Penentuan waktu terbaik untuk berolahraga masih kerap menjadi perdebatan di tengah padatnya kesibukan harian. Sebagian masyarakat menilai pagi hari adalah waktu ideal karena kondisi tubuh masih segar, sementara lainnya lebih memilih sore atau malam hari selepas beraktivitas.
Praktisi kebugaran dan pakar kesehatan menegaskan bahwa tidak ada satu waktu mutlak yang paling ideal untuk semua orang. Efektivitas waktu berolahraga sangat bergantung pada faktor personal, mulai dari tujuan kebugaran, kondisi fisik, ritme biologis (jam tubuh), hingga tingkat energi masing-masing individu.
Faktor konsistensi dinilai jauh lebih krusial dibandingkan memaksakan latihan pada jam tertentu yang sulit diselaraskan dengan rutinitas harian. Meski demikian, setiap sesi waktu memiliki keunggulan fisiologis tersendiri:
-
Pagi Hari: Berolahraga di pagi hari efektif untuk membangun konsistensi latihan sebelum terdistraksi agenda harian. Sesi pagi dapat memicu pelepasan hormon endorfin untuk meningkatkan mood dan produktivitas, merangsang metabolisme pembakaran lemak, serta meningkatkan kualitas tidur. Pemanasan dinamis secara bertahap sangat disarankan karena suhu tubuh di pagi hari masih relatif rendah.
-
Sore Hari: Menjadi waktu paling optimal untuk latihan beban atau High-Intensity Interval Training (HIIT). Pada rentang waktu ini, suhu tubuh berada di titik tertinggi sehingga otot lebih hangat dan fleksibel. Penyerapan oksigen dan daya tahan fisik juga berada pada performa puncak.
-
Malam Hari: Berfungsi efektif untuk meredakan ketegangan dan stres setelah bekerja. Namun, latihan berintensitas tinggi disarankan selesai setidaknya 2 hingga 3 jam sebelum tidur agar tidak mengganggu kualitas istirahat. Jenis olah fisik ringan seperti yoga atau peregangan lebih dianjurkan.
Masyarakat diimbau untuk memilih jadwal latihan yang paling fleksibel dan dapat dijalankan secara berkelanjutan agar manfaat kesehatan jangka panjang dapat tercapai secara maksimal.(*)
Editor : Thomas Priyandoko