KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Memandikan bayi membutuhkan perhatian ekstra dari orang tua baru demi memastikan kesehatan dan keselamatan buah hati. Berdasarkan panduan American Academy of Pediatrics (AAP) yang dilansir dari HealthyChildren, bayi baru lahir idealnya tidak perlu dimandikan setiap hari.
Selama tahun pertama, memandikan bayi sebanyak tiga kali seminggu sudah cukup, selama area tubuh yang mudah kotor tetap dibersihkan secara rutin. Memandikan bayi terlalu sering berisiko menghilangkan kelembapan alami kulit dan memicu kekeringan.
Baca Juga: Jangan Keliru Lagi, Ini 5 Mitos Menstruasi yang Masih Dipercaya Wanita Indonesia
Keamanan suhu air juga menjadi prioritas utama untuk mencegah risiko luka bakar pada kulit bayi yang sensitif. Orang tua disarankan mengecek suhu air menggunakan bagian dalam pergelangan tangan atau siku untuk memastikan air terasa hangat, bukan panas. Suhu maksimal air keran dianjurkan tidak melebihi 49 derajat Celsius (120 derajat Fahrenheit).
Untuk bayi baru lahir, metode sponge bath atau mandi menggunakan waslap lebih disarankan hingga tali pusar terlepas, yang biasanya memakan waktu satu hingga dua minggu.
Baca Juga: Sita Aset Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Rp 8,4 Miliar, Penyidik Temukan Ratusan Ribu Dolar di Pikap
Selain itu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar mandi pertama bayi ditunda hingga 24 jam setelah kelahiran, atau minimal enam jam jika penundaan sehari penuh tidak memungkinkan. Penundaan ini bertujuan mencegah risiko kedinginan (hipotermia) serta memberi kesempatan kontak kulit (skin-to-skin) antara ibu dan bayi untuk mendukung proses awal menyusui.
Dari sisi keselamatan fisik, orang tua dilarang keras meninggalkan bayi sendirian di bak mandi, meski hanya sesaat. Seluruh perlengkapan mandi sebaiknya disiapkan dalam jangkauan sebelum proses memandikan dimulai. Penggunaan air cukup setinggi 5 sentimeter dengan satu tangan orang tua yang selalu menopang tubuh bayi.(*)
Editor : Thomas Priyandoko