KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Menjaga kesehatan dan memperpanjang usia tak selalu membutuhkan biaya mahal atau suplemen rumit. Para ahli medis mengungkapkan bahwa satu kebiasaan sederhana paling berdampak bagi longevity (umur panjang) adalah rutin berjalan kaki di luar ruangan pada pagi hari.
Para dokter merekomendasikan aktivitas fisik ringan hingga sedang ini selama 10 hingga 30 menit setiap pagi guna meraih dampak signifikan bagi kesehatan jangka panjang.
Spesialis jantung Bradley Serwer, M.D. memaparkan, jalan pagi berfungsi sebagai olahraga aerobik yang memperkuat otot jantung, melancarkan sirkulasi, dan menjaga kelenturan pembuluh darah. Berjalan kaki 30 menit sebanyak lima kali seminggu (total 150 menit per minggu) terbukti dapat menurunkan risiko kematian secara keseluruhan hingga 20–30 persen.
Selain itu, praktisi medis Yoshua Quinones, M.D. menambahkan bahwa rutinitas jalan pagi efektif meredakan peradangan kronis. Kebiasaan ini membantu menurunkan tekanan darah, membaikkan kadar kolesterol, serta meningkatkan sensitivitas insulin guna mencegah diabetes tipe 2.
Manfaat medis jalan pagi mencakup empat area utama:
-
Kesehatan kardiovaskular: Memperkuat fungsi jantung dan meminimalkan risiko penyakit mematikan.
-
Pencegahan penyakit penuaan: Meredakan peradangan sistemik pemicu hipertensi, kolesterol tinggi, dan kanker.
-
Fungsi kognitif dan mental: Mendorong aliran darah ke otak guna mencegah demensia, sekaligus memicu endorfin untuk menekan hormon stres (kortisol).
-
Kualitas tidur: Paparan cahaya alami pagi hari membantu mengatur irama sirkadian tubuh agar tidur malam lebih nyenyak.
Untuk mengoptimalkan gaya hidup ini, para pakar menyarankan masyarakat agar langsung keluar rumah usai bangun tidur, mengombinasikannya dengan hidrasi air putih yang cukup, serta menunda akses gawai (screen-free) di awal hari demi mencegah lonjakan stres. Kendati aman, masyarakat yang memiliki kondisi medis tertentu tetap dianjurkan berkonsultasi dengan dokter keluarga sebelum memulai rutinitas olahraga baru.(*)