KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Kekhawatiran mengenai risiko keguguran akibat memelihara kucing kerap menghantui calon ibu. Secara medis, kucing tidak secara langsung menyebabkan keguguran, melainkan adanya risiko infeksi parasit tertentu bernama Toxoplasma gondii yang perlu diwaspadai selama masa kehamilan.
Berdasarkan data National Health Service (NHS), parasit ini ditemukan dalam kotoran kucing dan dapat memicu infeksi toksoplasmosis. Meski umumnya tidak bergejala pada orang sehat, penularan toksoplasmosis saat hamil berisiko memicu keguguran atau komplikasi serius pada bayi dalam kandungan.
Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan kotoran kucing yang terinfeksi, tanah yang terkontaminasi, hingga konsumsi daging mentah. Gejalanya kerap menyerupai flu, seperti demam, sakit kepala, dan nyeri otot, serta pada kasus berat dapat memicu penglihatan kabur.
Pihak NHS menegaskan bahwa toksoplasmosis tidak akan menular hanya dengan membelai atau memelihara kucing. Ibu hamil tetap dapat memelihara kucing secara aman dengan menerapkan beberapa protokol kesehatan dasar:
-
Kotak pasir kucing: Hindari membersihkan wadah kotoran secara langsung. Jika terpaksa, gunakan sarung tangan sekali pakai dan bersihkan kotak setiap hari.
-
Aktivitas berkebun: Gunakan sarung tangan saat menyentuh tanah dan selalu cuci tangan menggunakan sabun setelahnya.
-
Pengolahan makanan: Cuci bersih buah serta sayuran, masak daging hingga matang sempurna, dan jaga kebersihan alat dapur bekas daging mentah.
Dengan menjaga kebersihan diri serta kebiasaan pengolahan makanan yang higienis, ibu hamil dapat tetap memelihara kucing tanpa perlu merasa cemas berlebihan.(*)