Rajin Olahraga Belum Tentu Bebas Masalah Kesehatan, Ini Penjelasan Dokter

Ari Arief • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 14:42 WIB
Ilustrasi berolahraga lari agar badan tetap bugar, namun tidak boleh percaya diri sebagai si paling sehat.(generate ai)
Ilustrasi berolahraga lari agar badan tetap bugar, namun tidak boleh percaya diri sebagai si paling sehat.(generate ai)

 

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Performanya tinggi dan sanggup menempuh jarak jauh saat berolahraga bukan jaminan organ dalam tubuh terbebas dari ancaman penyakit. Pegiat olahraga diimbau untuk tidak terjebak dalam rasa percaya diri berlebih (overconfident) hingga mengabaikan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal dan Hipertensi, dr Decsa Medika Hertanto SpPD K-GH FINASIM, menegaskan bahwa kebugaran fisik dan kondisi tubuh yang sehat merupakan dua hal yang berbeda. Menurutnya, kemampuan fisik saat berolahraga tidak selalu mencerminkan kondisi organ tubuh secara keseluruhan.

"Sering kali kita yang bugar ini, kalau sudah bisa mencapai sesuatu di dunia olahraga, kita overconfident. Jadi merasa si paling sehat, si paling kuat," kata Decsa Medika Hartanto, alumni Universitas Airlangga tersebut dalam gelaran World Heart Day 2026 oleh OMRON Indonesia di Jakarta.

Decsa mengingatkan bahwa pegiat olahraga tetap wajib mendeteksi faktor risiko kesehatan vital, seperti tekanan darah, riwayat penyakit keluarga, pola makan, kualitas tidur, hingga tingkat stres.

Pentingnya 'Know Your Limit'

Selain kewaspadaan medis, tren membandingkan performa atau pace melalui aplikasi olahraga juga disorot. Kebiasaan ini dinilai berpotensi mendorong seseorang memaksakan diri melampaui batas kemampuan fisik demi mengejar pencapaian angka.

Guna mencegah risiko fatal saat beraktivitas fisik, para pegiat olahraga diimbau menerapkan tiga poin utama:

"Bukan berarti tidak boleh. Olahraga itu tetap wajib untuk menjaga kebugaran jantung dan pembuluh darah. Tapi kita harus tahu batasan, tahu kemampuan, dan tahu kapan harus bilang stop," katanya.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
bugar sehat olahraga