Biar Nutrisi Maksimal, Jangan Asal Olah Ikan Gabus Pascaoperasi

Ari Arief • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 11:10 WIB
Ikan gabus
Ikan gabus

 

KALTIMPOST.ID,BOGOR–Ikan gabus populer sebagai makanan pendamping untuk mempercepat pemulihan luka pascaoperasi, khususnya operasi caesar. Namun, agar kandungan gizinya tidak rusak, cara pengolahan ikan tawar ini tidak boleh sembarangan.

Guru Besar Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Prof Ahmad Sulaeman, menyarankan agar masyarakat mengolah ikan gabus dengan cara direbus atau dikukus. Metode ini dinilai paling efektif menjaga kandungan nutrisi di dalamnya.

Baca Juga: Terlilit Utang, Pria Asal Paser Nekat Mau Rampok Kasir Sawit, Dibekuk Polres PPU

“Yang paling bagus adalah dikukus atau direbus, bisa dibuat sup. Metode ini membantu menjaga kandungan zat gizi dalam ikan gabus sehingga manfaatnya diperoleh secara optimal selama masa pemulihan,” kata Prof Ahmad merujuk publikasi di laman resmi IPB University.

Ia menjelaskan, keunggulan utama ikan gabus terletak pada kandungan protein jenis albumin. Albumin memegang peranan krusial sebagai bahan baku utama tubuh dalam proses regenerasi sel dan pembentukan jaringan baru, sehingga luka pascaoperasi dapat menutup dan mengering lebih cepat.

Baca Juga: Warga Kaltim Penyuka Ikan Harus Waspada, Ikan Kakap dengan Kondisi Ini Bisa Beracun

Selain albumin, ikan gabus juga kaya akan kalsium, fosfor, zat besi, serta asam lemak omega-3 yang berperan penting mengembalikan kebugaran ibu setelah melahirkan.

Terkait takaran konsumsi harian untuk mempercepat penyembuhan luka pascaoperasi caesar, Prof Ahmad memberikan acuan dosis. Konsumsi ikan gabus segar disarankan sekitar 500 gram per hari. Sementara bagi masyarakat yang memilih bentuk praktis berupa ekstrak ikan gabus, dosis sekitar 500 miligram per hari dinilai sudah mencukupi.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
albumin nutrisi ikan gabus luka