Wanita Wajib Tahu: Bahan Kimia Rumah Tangga Ini Simpan Risiko Kanker Payudara

Ari Arief • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 14:21 WIB
Ilustrasi bahaya pestisida dalam rumah tangga yang berpotensi jadi penyebab kanker payudara wanita.(generate ai)
Ilustrasi bahaya pestisida dalam rumah tangga yang berpotensi jadi penyebab kanker payudara wanita.(generate ai)

 

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Label pada kemasan produk pestisida umumnya hanya mencantumkan bahan aktif utama pembasmi hama. Namun, riset terbaru mengungkap adanya ratusan zat kimia tersembunyi dalam formulasi pestisida yang berpotensi memicu risiko kesehatan serius, termasuk kanker payudara.

Studi yang dipimpin ilmuwan riset Silent Spring Institute, Jennifer Kay, menganalisis dan mencocokkan daftar bahan kimia dengan belasan basis data milik pemerintah federal Amerika Serikat (AS). Hasilnya, tim peneliti menemukan 485 zat berisiko kanker payudara yang terkandung dalam formulasi pestisida.

Baca Juga: Kamar Mewah Ditemukan di Lapas Cibinong, Ferdy Sambo Benarkah Pernah Menempatinya?

Dari jumlah tersebut, hanya sekitar sepertiga atau 145 zat yang terdaftar resmi sebagai bahan aktif oleh Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA). Sisanya merupakan bahan inaktif (inert ingredients) seperti pelarut, pengemulsi, pewangi, hingga propelan yang tidak dicantumkan secara detail di label produk.

"Temuan kami menyoroti adanya titik buta dalam regulasi terkait bahan inaktif. Padahal, masyarakat terpapar oleh keseluruhan formulasi produk," ujar Kay.

Baca Juga: Keracunan MBG di Batang Tembus 300 Orang: Membeludak Sampai Lorong, Diare Parah usai Santai Telur

Salah satu kelompok zat yang paling disorot adalah insektisida organofosfat, seperti malathion, yang marak digunakan pada tanaman pangan hingga area ruangan. Riset menunjukkan organofosfat dapat memicu tumor payudara pada hewan pengerat, meningkatkan produksi hormon estrogen dan progesteron, serta merusak DNA.

Kondisi ini dinilai merugikan konsumen karena membatasi akses informasi terhadap produk yang mereka gunakan sehari-hari. Mengingat paparan kimia terus terakumulasi dari berbagai sumber, konsumen dianjurkan untuk lebih bijak dan sebisa mungkin meminimalisasi penggunaan pestisida sintetis.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
pestisida kanker payudara