Mengenal Penyebab BAB Berdarah dan Langkah Penanganan Medis yang Tepat

Ari Arief • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 13:10 WIB
Ilustrasi sumber BAB berdarah tidak mesti ambeien.(generate ai)
Ilustrasi sumber BAB berdarah tidak mesti ambeien.(generate ai)

 

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Masyarakat diimbau untuk tidak menganggap sepele munculnya darah saat buang air besar (BAB). Meski sering kali diidentikkan dengan ambeien atau wasir, keluhan tersebut ternyata bisa menjadi indikasi adanya gangguan kesehatan lain pada saluran cerna.

Dokter Spesialis Bedah Konsultan Bedah Digestif dari Digestive Center Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Okkian Wijaya Katamto, Sp.B-KBD, menjelaskan bahwa pemeriksaan medis sangat penting untuk mengetahui sumber keluhan secara akurat.

Baca Juga: Putus Sekolah akibat Utang, Subhash Chandra Kini Jadi Taipan Media Berharta Rp 100 Triliun

"BAB berdarah memang sering berkaitan dengan ambeien, tetapi tidak selalu demikian. Perlu pemeriksaan untuk mengetahui sumber keluhan, apakah berasal dari pembengkakan pembuluh darah di area anus, luka pada anus, peradangan, atau gangguan lain pada saluran cerna bagian bawah," kata dr. Okkian.

Masyarakat disarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter apabila BAB berdarah terjadi secara berulang. Gejala lain yang patut diwaspadai meliputi rasa nyeri saat BAB, munculnya benjolan di sekitar anus, perubahan pola BAB yang berlangsung lama, kondisi tinja berwarna hitam, hingga penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

Baca Juga: Usung Misi Bangkit dari Dasar Klasemen, Pelatih Persiba Instruksikan Tampil Ofensif Sepanjang Laga

Menurutnya, penanganan sejak dini memungkinkan dokter menentukan tindakan yang paling tepat. Salah satu metode evaluasi yang umum digunakan adalah tindakan kolonoskopi maupun endoskopi untuk memeriksa kondisi usus besar serta saluran cerna bagian bawah maupun atas.

Mengenai metode pengobatan, penanganan akan disesuaikan dengan hasil diagnosis. Pada kasus ringan, gejala dapat diatasi melalui pemberian obat-obatan, evaluasi pola makan, serta perbaikan kebiasaan saat buang air besar. Namun, kondisi tertentu mungkin memerlukan prosedur tindakan medis lanjutan.

Baca Juga: Agrinas Tegaskan 28.626 Manajer Kopdes Merah Putih Pegawai BUMN, Kontrak PKWT 2 Tahun

Selain pengobatan medis, penerapan pola hidup sehat menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan pencernaan jangka panjang. Masyarakat diimbau untuk mengonsumsi serat dan cairan yang cukup, rutin berolahraga, serta menghindari kebiasaan mengejan berlebihan saat BAB guna mencegah risiko keluhan berulang.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
ambeien cerna bab