KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan melakukan pijat saat mengalami atau mencurigai gejala saraf kejepit. Pasalnya, penanganan yang tidak tepat justru berpotensi memicu kerusakan saraf yang lebih parah.
Saraf kejepit sendiri merupakan kondisi ketika bantalan antar-tulang belakang menorehkan tekanan berlebih pada saraf di sekitarnya. Nyeri di area pinggang sering kali menjadi gejala awal yang paling dirasakan oleh penderita.
Baca Juga: Kutai Barat Dikepung Kabut Asap Pekat Karhutla, Dinkes Waspadakan Ancaman Gas Beracun
Dokter Spesialis Neurologi sekaligus Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, dr. Yeni Quinta Mondiani, Sp.N., menegaskan pentingnya menahan diri dari tindakan pemijatan tanpa petunjuk medis jika sudah mengarah pada diagnosis saraf kejepit.
"Kalau teman-teman didiagnosis sebagai saraf kejepit, itu tidak boleh dilakukan pijat-memijat. Kecuali memang gerakan-gerakan khusus yang direkomendasikan oleh dokter atau fisioterapinya," kata dr. Yeni mengutip laman resmi IPB University.
Baca Juga: Tatap PON 2028, Hapkido Kaltim Jadikan Kejurnas Lampung Tolok Ukur Prestasi
Ia menjelaskan, tindakan pijat di area pinggang memang bisa memberikan rasa nyaman jika sumber rasa sakit berasal dari masalah otot. Namun, apabila penyebab utama nyeri adalah gangguan pada saraf, pemijatan yang asal-asalan justru berisiko tinggi memperburuk kondisi pasien. Oleh sebab itu, kepastian penyebab nyeri harus ditegakkan terlebih dahulu sebelum mengambil langkah penanganan apa pun.
Untuk memastikan apakah keluhan tersebut merupakan saraf kejepit atau bukan, tim medis perlu menjalankan serangkaian proses pemeriksaan. Dokter akan mengawali penanganan melalui wawancara medis secara rinci, dilanjutkan pemeriksaan fisik dan saraf, hingga tes provokasi.
Baca Juga: Diduga Dipicu Puntung Rokok, Kasus Karhutla di Balikpapan Tembus Lebih dari 50 Titik
Pemeriksaan penunjang seperti sinar-X, CT scan, atau MRI baru akan ditentukan berdasarkan dugaan awal yang diperoleh dari pemeriksaan medis tersebut.
Masyarakat yang mulai merasakan keluhan nyeri di area pinggang pun disarankan untuk tidak menunda pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Baca Juga: Diskes Kutim Kejar Temuan Kasus TBC Lewat Skrining Berbasis Wilayah
"Kalau teman-teman bingung, datang saja dulu ke dokter umum. Sebenarnya dokter umum pun bisa mengenali tanda ini perlu dirujuk atau cukup ditangani," tambahnya.
Sebagai tindakan pencegahan agar keluhan tidak muncul kembali atau kian parah, dr. Yeni mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat secara konsisten. Langkah-langkah preventif yang bisa dilakukan di antaranya rutin aktif bergerak, memperkuat otot punggung, serta menjaga berat badan tetap ideal.(*)
Editor : Thomas Priyandoko