KALTIMPOST.ID,JAKARTA–Kasus influenza di Indonesia mencatatkan peningkatan dalam beberapa pekan terakhir. Kendati demikian, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Langkah-langkah pencegahan sederhana dinilai sangat efektif untuk menekan risiko penularan.
Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, dr. Andi Saguni, menegaskan bahwa kunci utama pencegahan influenza terletak pada konsistensi menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Baca Juga: Tingkatkan Mutu Layanan, RSUD RAPB PPU Jalani Akreditasi KARS
“Pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat atau kita kenal dengan PHBS itu sangat penting sekali,” kata Andi dalam jumpa pers daring, Selasa (29/9/2026).
Pencegahan dasar yang wajib dilakukan meliputi mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer, menerapkan etika batuk/bersin dengan menutup mulut dan hidung menggunakan siku bagian dalam, serta mengenakan masker.
Baca Juga: Pesona 'Sakura' Brasil di Jantung Penajam PPU, Mekar Bunga Tabebuya Sulap bak Jepang
Pakar kesehatan Kemenkes, dr. Pompini Agustina Sitompul, menambahkan bahwa virus influenza sangat mudah menular melalui droplet saat batuk, bersin, berbicara, maupun dari permukaan yang terkontaminasi. Penggunaan masker sangat disarankan bagi warga yang sedang bergejala atau saat berada di tempat keramaian seperti pasar, terminal, dan transportasi umum.
Di tingkat rumah tangga, Dokter Spesialis Anak, Dr. dr. Mulya Rahma Karyanti, mengingatkan orang tua agar memisahkan peralatan makan anggota keluarga yang sedang sakit batuk pilek demi melindungi anak-anak.
Baca Juga: Dugaan Jual-Beli Proyek Marak di PPU, LAKI Buka Posko Pengaduan dan Siapkan Laporan Resmi
“Setiap kali memberikan anak makan dan minum, gunakan peralatan makan yang terpisah. Untuk anak-anak yang sedang batuk pilek, sebaiknya beristirahat di rumah dan tidak masuk sekolah dulu agar tidak menularkan ke teman-temannya,” imbau Mulya. Ia juga menekankan pentingnya asupan gizi seimbang untuk menjaga daya tahan tubuh anak.
Sebagai perlindungan tambahan, masyarakat dapat memanfaatkan vaksinasi influenza yang disuntikkan mulai usia enam bulan dan diulang setiap tahun.
Baca Juga: Kebakaran Hanguskan Ex-Mess Korindo di PPU, Alumni Galang Bantuan Rp 16 Juta untuk Korban
Kemenkes juga meminta warga tidak melakukan panic buying obat antivirus Oseltamivir, karena penggunaannya harus berdasarkan resep dan penilaian medis dokter. Apabila muncul gejala berat—terutama pada kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, dan pemilik komorbid—masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.(*)
Editor : Thomas Priyandoko