KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Penyakit jantung masih menjadi ancaman utama dan pembunuh terbesar di dunia medis. Selain faktor kegenetikan, pola makan yang buruk merupakan pemicu utama kerusakan pembuluh darah yang dapat berujung pada serangan jantung dan stroke.
Tracy Parker, ahli diet dan pimpinan nutrisi di British Heart Foundation, memperingatkan masyarakat untuk membatasi konsumsi sejumlah jenis makanan harian yang tinggi lemak jenuh, garam, gula, hingga bahan olahan berlebih (ultra-processed foods).
Baca Juga: Waspada Bahaya Konsumsi Sosis Berlebihan bagi Kesehatan
Berikut adalah rangkuman kelompok makanan harian yang perlu diwaspadai untuk menjaga kesehatan jantung:
1. Daging Olahan Tinggi Lemak Jenuh: Makanan seperti bacon, sosis, dan burger mengandung kadar lemak jenuh yang sangat tinggi. "Mengonsumsi terlalu banyak lemak jenuh mengurangi kemampuan hati untuk membuang kolesterol LDL atau kolesterol jahat dari darah," ujar Parker. Hal ini memicu penumpukan plak di dinding pembuluh darah yang menyempitkan aliran darah ke jantung. Pria disarankan membatasi lemak jenuh maksimal 30 gram per hari, sedangkan wanita maksimal 20 gram per hari.
Baca Juga: Rupiah Menguat ke Rp 17.925 per Dolar AS, Terkatrol Penurunan Harga Minyak Dunia
2. Camilan Tinggi Garam: Keripik kemasan, sosis, dan makanan olahan umumnya sarat akan natrium. Batas aman konsumsi garam harian adalah maksimal 6 gram (sekitar satu sendok teh). Konsumsi garam berlebih memaksa tubuh menahan cairan, meningkatkan volume darah, dan menaikkan tekanan darah (hipertensi) yang lambat laun merusak dinding arteri.
3. Makanan dan Minuman Manis: Kue, cokelat kemasan, hingga minuman bersoda mengandung gula bebas yang tinggi. Asupan gula harian disarankan tidak melebihi 30 gram (sekitar tujuh sendok teh). Selain memicu obesitas, asupan gula tinggi membebankan kerja organ hati hingga berisiko memicu penyakit hati berlemak dan diabetes tipe 2, yang keduanya merupakan faktor pemicu serangan jantung.
Baca Juga: Mau Tahu Punya Harta Berapa Agar Bisa Disebut Orang Kaya? Ini Jawabannya!
4. Makanan Ultra-Proses (Ultra-Processed Foods/UPF): Sosis dan makanan siap saji kemasan mengandung bahan aditif seperti pengemulsi dan pengawet. Riset menunjukkan bahwa konsumsi UPF secara rutin berpotensi memicu tekanan darah tinggi. Parker menyarankan masyarakat untuk kembali mengonsumsi makanan utuh (whole foods) yang minim proses pengolahan.
5. Karbohidrat Olahan: Roti putih, pasta, dan sereal manis telah kehilangan bagian kulit ari dan lembaga biji-bijiannya akibat proses pemurnian. Akibatnya, kandungan serat dan nutrisi penting hilang sehingga makanan cepat dicerna dan kurang mengenyangkan. Sebagai gantinya, masyarakat dianjurkan memilih karbohidrat kompleks seperti beras merah, gandum utuh, atau oatmeal.
Baca Juga: Kabar Baik dari Istana, Masa Tunggu Haji Makin Singkat, Biaya 2027 Diusulkan Lebih Ringan
6. Sup Kalengan dan Es Krim: Sup olahan kemasan sering kali menyimpan "jebakan" berupa tingginya kadar garam dan gula tersembunyi. Sementara itu, es krim kaya akan gabungan lemak jenuh dan gula. Parker mengingatkan bahwa produk es krim berlabel "rendah lemak" sekalipun sering kali ditambahi gula ekstra untuk menjaga rasa.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau untuk selalu cermat membaca label kemasan produk saat berbelanja. Memilih produk berlabel kandungan rendah garam/gula, mengutamakan masakan rumahan, serta memperbanyak asupan buah, sayur, dan protein tanpa lemak menjadi kunci utama menjaga fungsi jantung tetap optimal.(*)
Editor : Thomas Priyandoko