Sering Lupa Menaruh Barang? Ternyata Ini yang Terjadi pada Otak, Apakah Bahaya?

Almasrifah • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 20:50 WIB
Ilustrasi, seorang wanita lupa menaruh barang, padahal baru saja dipegang. (jawapos.com)
Ilustrasi, seorang wanita lupa menaruh barang, padahal baru saja dipegang. (jawapos.com)

KALTIMPOST.ID, Pernah sibuk mencari kunci, dompet, kacamata, atau ponsel yang baru saja digunakan?

Kebiasaan lupa menaruh barang ternyata tidak selalu berarti seseorang memiliki daya ingat yang buruk.

Dalam psikologi memori, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan absentmindedness.

Yakni, kegagalan memperhatikan suatu tindakan sehingga informasi tentang tindakan itu tidak tersimpan dengan baik dalam ingatan.

Ketika seseorang meletakkan barang sambil memikirkan hal lain, otak bisa tidak memberikan perhatian penuh pada aktivitas tersebut.

Akibatnya, lokasi barang tidak terbentuk sebagai ingatan yang kuat.

Baca Juga: Jadi Pembunuh Utama, Waspadai 6 Makanan Harian Pemicu Kerusakan Jantung

Daniel Schacter, profesor psikologi di Harvard University, menjelaskan bahwa seseorang bisa meletakkan kunci tanpa benar-benar memperhatikan di mana kunci tersebut diletakkan.

Dalam kondisi seperti ini, persoalannya bukan semata-mata ingatan yang hilang, tetapi informasi tersebut sejak awal tidak terekam dengan kuat.

Hal serupa dapat terjadi ketika perhatian terus berpindah.

Penelitian mengenai working memory menunjukkan bahwa persaingan antara beberapa informasi yang sedang dipikirkan dapat mengganggu kemampuan mengingat informasi tertentu.

Dengan kata lain, ketika seseorang berpindah fokus dari satu aktivitas ke aktivitas lain, informasi mengenai lokasi barang dapat lebih mudah tersisih.

Ada pula persoalan khusus dalam mengingat hubungan antara benda dan lokasinya.

Penelitian yang diterbitkan di PLOS ONE menemukan bahwa kesalahan mengingat lokasi benda dapat terjadi karena hubungan antara identitas benda dan tempatnya tidak lagi terikat kuat dalam memori.

Karena itu, seseorang mungkin masih ingat pernah memegang sebuah barang, tetapi kesulitan mengingat di mana terakhir kali barang tersebut diletakkan.

Kondisi tersebut dapat dialami siapa saja dan tidak otomatis menunjukkan gangguan memori.

Harvard Health mencatat bahwa lupa sesekali merupakan bagian dari fungsi memori manusia yang normal.

Gangguan perhatian, terburu-buru, banyak pikiran, atau melakukan beberapa aktivitas sekaligus dapat membuat seseorang lebih mudah mengalami kelupaan sehari-hari.

Untuk mengurangi kebiasaan tersebut, salah satu cara sederhana adalah menetapkan tempat khusus bagi barang yang sering digunakan, seperti kunci, dompet, dan ponsel.

Memberikan perhatian ketika meletakkan barang juga dapat membantu memperkuat ingatan tentang lokasinya.

Jika kelupaan mulai semakin sering, memburuk, atau sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut berbeda dari kelupaan ringan dan layak dikonsultasikan kepada tenaga profesional. (*)

 

Editor : Almasrifah
lupa menaruh barang absentmindedness memory otak