Beruban Bukan Sinyal Tubuh Lawan Kanker, Ini Penjelasan Pakar IPB

Ari Arief • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 18:18 WIB
Ilustrasi klarifikasi medis terkait uban dan hubungannya dengan kanker.(generate ai)
Ilustrasi klarifikasi medis terkait uban dan hubungannya dengan kanker.(generate ai)

 

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Banyak beredar anggapan di masyarakat bahwa munculnya uban atau rambut memutih merupakan sinyal mekanisme alami tubuh dalam melawan penyakit kanker. Menanggapi fenomena tersebut, pakar kesehatan memberikan klarifikasi medis untuk meluruskan persepsi salah kaprah yang berkembang.

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, dr. Yenny Rachmawati, M.Biomed., menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak tepat. Munculnya uban bukan tanda sistem imun sedang aktif melindungi tubuh dari serangan kanker.

"Uban bukan berarti tubuh secara aktif melawan kanker. Warna rambut tidak dapat digunakan sebagai penanda untuk memperkirakan risiko kanker seseorang," ujar dr. Yenny dalam keterangannya.

Kaitan Kerusakan DNA dan Warna Rambut

Penjelasan medis ini didasarkan pada temuan penelitian tahun 2025 yang mengamati hubungan antara kerusakan DNA dengan dua kemungkinan hasil pada sel: rambut memutih atau terbentuknya lesi yang mengarah pada kanker kulit melanoma.

Secara biologis, warna rambut dihasilkan oleh sel melanosit yang memproduksi pigmen melanin. Sel-sel ini berasal dari sel punca melanosit di folikel rambut. Seiring bertambahnya usia, sel punca ini mengalami penurunan fungsi hingga menyebabkan rambut tumbuh tanpa pigmen (putih atau abu-abu).

Dalam penelitian eksperimental, saat sel punca melanosit mengalami kerusakan DNA, sel tersebut mengambil jalur penuaan yang memicu uban. Namun, jika sel tersebut terpapar zat karsinogenik, sel justru berpotensi bertahan dan berkembang menjadi lesi melanositik yang dapat memicu kanser kulit melanoma.

Berikut gambaran dampak kondisi sel punca pada tubuh:

Kondisi Sel Punca Hasil / Dampak
Kerusakan DNA (Jalur Penuaan) Rambut memutih (Uban)
Paparan Zat Karsinogenik Potensi Lesi Melanositik (Melanoma)
Faktor Usia / Genetik Penurunan fungsi pigmen melanin

Faktor Pemicu Munculnya Uban

dr. Yenny menjelaskan bahwa kecepatan munculnya uban dipengaruhi oleh berbagai faktor multidimensi. Selain faktor internal, kondisi lingkungan dan gaya hidup memegang peranan penting dalam mempercepat hilangnya pigmen rambut.

Beberapa faktor pemicu utama munculnya uban antara lain:

Pencegahan Kanker Lebih Utama

Masyarakat diimbau untuk tidak merasa "aman" dari risiko kanker hanya karena rambut sudah memutih. Hingga saat ini, belum ada bukti epidemiologis yang memadai bahwa orang yang cepat beruban memiliki risiko kanker lebih rendah.

dr. Yenny menyarankan masyarakat untuk lebih waspada terhadap perubahan fisik yang nyata pada kulit, seperti tahi lalat yang berubah bentuk, warna, ukuran, atau menimbulkan rasa tidak nyaman. Pemeriksaan medis juga diperlukan jika uban muncul sangat dini dan disertai keluhan kesehatan lainnya.

"Pencegahan kanker tetap perlu dilakukan tanpa melihat warna rambut, antara lain dengan pola hidup sehat, menghindari rokok, melindungi kulit dari paparan ultraviolet berlebihan, serta memperhatikan perubahan tahi lalat atau lesi kulit yang mencurigakan," katanya.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
rambut dna kanker uban