Bayi Sering Cegukan Setelah Menyusu? Jangan Panik, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ari Arief • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 11:02 WIB
Ilustrasi bayi cegukan usai menyusu. Sang ibu tidak perlu panik.(generate ai)
Ilustrasi bayi cegukan usai menyusu. Sang ibu tidak perlu panik.(generate ai)

 

KALTIMPOST.ID,JAKARTA–Orang tua kerap merasa cemas saat mendapati bayinya sering mengalami cegukan, terutama setelah menyusu. Meski suara "hik" yang berulang ini sering dikaitkan dengan masuk angin hingga penyakit asam lambung, pakar kesehatan menegaskan bahwa kondisi tersebut umumnya normal dan tidak membahayakan.

Dilansir dari laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), cegukan pada bayi dan anak merupakan hal yang wajar terjadi. Fenomena ini dipicu oleh kontraksi mendadak pada diafragma—otot yang memisahkan dada dan perut—yang disusul penutupan pita suara secara tiba-tiba.

Baca Juga: Ini Panduan Aman "Self Care" Batuk Pilek Tanpa Harus Langsung ke Dokter

"Cegukan pada bayi umumnya berkaitan dengan kondisi perut yang teregang setelah minum atau mengalami refluks ringan. Pada bayi sehat, cegukan bisa berhenti dengan sendirinya tanpa perlu penanganan medis khusus," tulis IDAI dalam keterangannya.

Tingginya frekuensi cegukan pada bayi juga diperkuat oleh studi dalam Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition. Penelitian terhadap 100 bayi sehat menunjukkan sebanyak 36 persen di antaranya mengalami cegukan setiap hari. Hal ini menandakan bahwa cegukan berulang bukan berarti bayi sedang menderita penyakit tertentu.

Baca Juga: AS Siapkan 3 Kapal Induk di Timur Tengah, Trump Buka Opsi Serangan Baru ke Iran

Selain itu, IDAI juga meluruskan anggapan bahwa cegukan selalu identik dengan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Kendati refluks ringan wajar dialami bayi karena sistem pencernaannya masih berkembang, GERD baru patut diwaspadai jika disertai gejala berat seperti muntah terus-menerus, bayi enggan menyusu, atau timbulnya gangguan pertumbuhan.

Untuk mencegah serta meredakan cegukan setelah menyusu, orang tua dianjurkan memastikan bayi tidak minum terlalu cepat dan tidak menyedot banyak udara. Menyilakan bayi bersendawa serta memberikan jeda istirahat usai menyusu juga efektif meminimalkan timbulnya cegukan.

Baca Juga: Dicap 'Wayang Jokowi', Listyo Sigit Dicopot Prabowo

Meski tergolong jinak, orang tua tetap diimbau mewaspadai cegukan yang berlangsung lama (persistent). Berdasarkan ulasan riset PubMed, cegukan yang tak kunjung berhenti dapat merujuk pada masalah medis tertentu, mulai dari gangguan saluran pencernaan, sistem saraf, hingga infeksi.

Selama bayi tetap aktif, mau menyusu dengan lancar, bernapas normal, dan mengalami kenaikan berat badan yang baik, munculnya cegukan sesekali tidak perlu dikhawatirkan.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
cegukan bayi