KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Menikmati secangkir kopi atau teh hangat di pagi hari sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Namun, masyarakat kini perlu lebih waspada. Kebiasaan menyeruput minuman dalam kondisi bersuhu ekstrem atau "sangat panas" ternyata menyimpan bahaya serius bagi kesehatan saluran pencernaan.
Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam International Journal of Cancer mengungkapkan adanya kaitan erat antara kebiasaan mengonsumsi minuman sangat panas dengan peningkatan risiko kanker kerongkongan (esophageal cancer).
Baca Juga: Mengeluh Berlebihan Intai Kesehatan, Lonjakan Kortisol hingga Risiko Otak Menyusut
Penelitian yang melibatkan hampir satu juta orang dewasa paruh baya di Inggris selama 14 tahun tersebut mencatatkan temuan signifikan. Partisipan yang gemar mengonsumsi minuman kategori "sangat panas" memiliki risiko hingga hampir tiga kali lipat lebih tinggi terkena karsinoma sel skuamosa esofagus dibandingkan mereka yang memilih minuman bersuhu hangat. Selain itu, mereka yang mengonsumsi enam cangkir minuman panas atau lebih setiap harinya mengalami peningkatan risiko hingga 71 persen.
Baca Juga: Reforma Agraria, Jangan Sekadar Bagi-Bagi Tanah
Para ahli onkologi dan epidemiologi menjelaskan bahwa lonjakan risiko ini dipicu oleh kerusakan termal yang terjadi secara berulang pada lapisan kerongkongan. Paparan suhu panas ekstrem yang berlangsung terus-menerus selama bertahun-tahun memicu peradangan kronis (inflamasi), yang akhirnya memicu pertumbuhan sel kanker.
Kendati demikian, para ahli menegaskan masyarakat tidak perlu serta-merta menghentikan kebiasaan minum kopi atau teh. Langkah pencegahannya cukup sederhana, yakni dengan mengubah kebiasaan saat hendak meminumnya.
Baca Juga: Ekspansi Pusat Data AI Berpotensi Perparah Krisis Air Bersih di Indonesia
Masyarakat diimbau untuk mendiamkan minuman beberapa menit hingga suhunya turun di bawah batas aman—sesuai rekomendasi Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC), yakni di bawah 65 derajat Celsius. Tes suhu sederhana juga bisa dilakukan sebelum meneguk: jika cangkir terasa terlalu panas saat dipegang, atau jari tangan tidak sanggup menahan panas cairan selama beberapa detik, berarti minuman tersebut belum aman untuk dikonsumsi.(*)
Editor : Thomas Priyandoko