KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Perawatan kulit jangka panjang tidak lagi sekadar mengejar hasil instan, melainkan membangun ketahanan jaringan kulit agar mampu pulih dari paparan sinar ultraviolet (UV), panas, serta kelembapan ekstrem.
Pentingnya perlindungan kulit secara konsisten tersebut mengemuka dalam diskusi bertajuk “Can Sunscreen Do More Than Protect?: Exploring the New Science of Skin Recovery, Resilience & Longevity” yang digelar di ASHTA District 8, SCBD, Jakarta Selatan.
Baca Juga: Bukan Minuman Olahraga, Ini Bahaya Fatal Konsumsi Minuman Energi bagi Remaja
Diskusi tersebut menghadirkan Deputy Brand Head Wardah Sunscreen Vina Yolanda, dokter spesialis mikrobiologi klinik dr. Ayman Alatas, Sp.M.K., serta figur publik Yuki Kato. Fokus pembahasan menyoroti tiga aspek utama kesehatan kulit: skin recovery (pemulihan), skin resilience (ketahanan), dan skin longevity (kualitas kulit jangka panjang).
Vina Yolanda menjelaskan bahwa fungsi sunscreen kini telah berkembang melebihi perlindungan standar dari sinar matahari. Inovasi tabir surya masa kini difokuskan pada konsep Sun Protection to Skin Preservation untuk menjaga hasil perawatan kulit di tengah aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: Air Jernih Belum Tentu Aman Dikonsumsi! Ini Cara Cerdas Pilih Depot Air Isi Ulang
"Diperkaya dengan UV Thermal Relief, Vegan PDRN, Medecca-12, dan provitamin D, inovasi ini menempatkan perlindungan sehari-hari sebagai langkah awal untuk menjaga kesehatan kulit jangka panjang (skin longevity)," ujar Vina dalam keterangannya, Minggu (4/10).
Ia menambahkan, tantangan terbesar konsumen saat ini adalah mempertahankan kondisi kulit pascaperawatan ketika harus kembali beraktivitas di lingkungan bersuhu tinggi dan terpapar polusi. Oleh karena itu, penggunaan tabir surya secara konsisten dan nyaman menjadi fondasi utama dalam merawat kesehatan kulit seiring bertambahnya usia.(*)
Editor : Thomas Priyandoko