Sering Mengantuk Siang Hari? Waspadai Tanda Tubuh Kekurangan Vitamin D

Ari Arief • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 11:26 WIB
Ilustrasi seseorang yang tampak ngantuk berat pada siang hari ternyata bisa diakibatkan kekuangan Vitamin D.(generate ai)
Ilustrasi seseorang yang tampak ngantuk berat pada siang hari ternyata bisa diakibatkan kekuangan Vitamin D.(generate ai)

 

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Rasa kantuk berlebihan yang sering menyerang pada siang hari ternyata tidak hanya dipicu oleh kurang tidur atau pola hidup sedentari. Penelitian kesehatan terbaru menunjukkan bahwa rasa lelah dan kantuk yang tak kunjung hilang juga dapat menjadi pertanda tubuh kekurangan vitamin D.

Berdasarkan studi terhadap pasien di klinik kedokteran tidur yang diukur menggunakan Epworth Sleepiness Scale (ESS), ditemukan hubungan signifikan antara kadar 25-hidroksivitamin D (25OHD) dalam darah dengan tingkat kantuk berlebihan di siang hari.

Para peneliti menduga keterkaitan ini berhubungan dengan proses peradangan dalam tubuh. Vitamin D berperan penting dalam mengatur zat pengatur tidur seperti TNF-α dan NF-κB yang terlibat dalam respons inflamasi, yang pada akhirnya memengaruhi tingkat kewaspadaan seseorang.

Kendati demikian, para ahli mengingatkan bahwa hubungan antara vitamin D dan kualitas tidur bersifat kompleks. Rasa kantuk tidak serta-merta selalu disebabkan oleh rendahnya kadar vitamin D.

Faktor Risiko Kekurangan Vitamin D

Defisiensi atau kekurangan vitamin D umumnya berisiko lebih tinggi pada kelompok dengan kondisi tertentu, antara lain:

  • Pola makan dan gaya hidup: Kurang mengonsumsi makanan sumber vitamin D, menjalani diet ekstrem, serta jarang terpapar sinar matahari.

  • Faktor fisik: Memiliki warna kulit lebih gelap dan mengalami obesitas.

  • Kondisi medis: Penderita hiperparatiroidisme, osteoporosis, gangguan hati/ginjal, tuberkulosis, hingga penyakit pencernaan seperti Crohn dan celiac.

  • Konsumsi obat-obatan: Penggunaan jangka panjang obat antikejang, kortikosteroid, obat antijamur, kolestiramin, atau terapi HIV.

Langkah Pencegahan dan Penanganan

Untuk menjaga kadar vitamin D tetap optimal, masyarakat diimbau rutin berjemur di bawah paparan sinar matahari pagi sebelum pukul 10.00 Wita serta memperbanyak asupan makanan bergizi kaya vitamin D.

Jika kebutuhan harian belum terpenuhi dari makanan dan sinar matahari, penggunaan suplemen dapat menjadi pilihan. Namun, masyarakat sangat disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter guna mendapatkan dosis yang tepat sesuai kondisi kesehatan masing-masing.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
ngantuk vitamin d siang