KALTIMPOST.ID,JAKARTA–Rasa kesemutan pada tangan sering kali dianggap sebagai keluhan ringan yang akan hilang setelah digerakkan. Namun, jika keluhan ini terjadi berulang—terutama di malam hari—disertai kebas pada ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan sebagian jari manis, hal tersebut bisa menjadi indikasi Carpal Tunnel Syndrome (CTS).
Dokter Spesialis Saraf (SpN) dari Neuroscience Center Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Puspasari, Sp.N., menjelaskan bahwa CTS terjadi ketika salah satu saraf utama yang melewati pergelangan tangan mengalami tekanan pada jalurnya yang sempit.
Baca Juga: Geliat Wisata Bahari di Sangkima, Kutai Timur Menanti Sentuhan Jalan Penghubung yang Layak
“Keluhan CTS biasanya berupa kesemutan atau kebas pada ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan sebagian jari manis. Keluhan ini sering lebih terasa pada malam hari dan bahkan dapat membuat pasien terbangun dari tidur,” ujar dr. Puspasari melalui keterangan tertulis.
Ia menambahkan, pada kondisi yang lebih lanjut, CTS dapat menyebabkan tangan terasa lemah. Dampaknya, penderita menjadi mudah menjatuhkan benda atau kesulitan melakukan gerakan halus. Mengibaskan atau menggoyangkan tangan terkadang dapat meredakan rasa tidak nyaman tersebut untuk sementara.
Baca Juga: Dinas Perhubungan Balikpapan Gandeng Sopir Angkot Susun Peta Integrasi Rute Bacitra
Bisa Dipicu Gangguan Saraf Leher
Selain masalah pada pergelangan tangan, keluhan serupa juga dapat bersumber dari area leher. Kondisi ini terjadi ketika saraf yang keluar dari tulang belakang daerah leher mengalami iritasi atau tekanan akibat perubahan struktur tulang, penyempitan jalur saraf, maupun gangguan bantalan tulang (diskus).
“Jika sumber gangguan berasal dari leher, keluhan dapat berupa nyeri yang berawal dari leher kemudian menjalar ke bahu, lengan, hingga jari-jari tangan. Kesemutan atau kebas juga dapat muncul pada area tertentu sesuai saraf yang terganggu,” kata dr. Puspasari.
Baca Juga: Bus DAMRI dan Truk Bertabrakan di Gunung Soruq, Satu Penumpang Tewas
Menurutnya, gangguan saraf leher tidak selalu ditandai dengan nyeri leher yang berat, melainkan sering kali hanya berupa kesemutan atau kebas pada tangan yang berpotensi memicu kelemahan otot.
Pentingnya Diagnosis Tepat
Masyarakat diimbau untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami kesemutan yang berulang, kian sering muncul, mengganggu aktivitas, atau disertai kelemahan tangan.
Baca Juga: Spanyol Punya Empat Wakil di Nominasi Golden Boy 2026
Untuk memastikan penyebabnya, dokter akan melakukan evaluasi klinis yang meliputi pola keluhan, kekuatan otot, refleks, dan lokasi gangguan rasa. Pada kondisi tertentu, pemeriksaan penunjang seperti Electromyography (EMG) dan Nerve Conduction Study (NCS) direkomendasikan untuk mengukur sinyal listrik pada saraf dan aktivitas otot.
“Pemeriksaan ini membantu membedakan apakah gangguan terjadi di pergelangan tangan seperti CTS, dari leher, atau masalah saraf tepi lainnya,” jelas dr. Puspasari. Pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) juga kerap digunakan untuk melengkapi evaluasi struktur jaringan tubuh.
Baca Juga: ABTI Balikpapan Perkuat Pembinaan Pelajar untuk Jaga Masa Depan Bola Tangan
Sementara itu, Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Margareth Aryani Santoso, menegaskan pentingnya integrasi layanan medis dalam penanganan gangguan saraf.
"Di Neuroscience Center, kami mengintegrasikan kompetensi dokter, pemeriksaan diagnostik, serta fasilitas penunjang untuk membantu mendapatkan gambaran kondisi pasien secara menyeluruh agar diagnosis dan penanganan dapat dilakukan secara tepat,” kata wanita yang akrab disapa dr. Magi tersebut.(*)