KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Anggapan bahwa konsumsi obat hipertensi secara rutin dapat merusak organ ginjal dibantah keras oleh pakar kesehatan. Sebaliknya, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol justru menjadi pemicu utama timbulnya kerusakan ginjal.
Anggota Dewan Pembina National Kidney Foundation Indonesia, Prof. Dr. dr. Aida Lydia, Sp.PD-KGH, Ph.D, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu takut mengonsumsi obat tekanan darah tinggi sesuai anjuran medis.
Baca Juga: EnamTanaman Herbal yang Ampuh Redakan Asam Lambung dan Jaga Pencernaan
"Yang merusak ginjal bukan obat hipertensinya, tetapi hipertensinya itu sendiri. Dan itu bisa dicegah," kata Prof. Aida, dikutip Jumat (9/10).
Prof. Aida menjelaskan, mengontrol tekanan darah secara disiplin merupakan langkah krusial untuk melindungi fungsi ginjal. Karena itu, pasien hipertensi diimbau tidak menghentikan atau menghindari pengobatan hanya karena rasa khawatir yang tidak beralasan.
Baca Juga: Kabar Baik Buat Penikmat Kopi! Rutin Ngopi Ternyata Bisa Lindungi Kesehatan Hati
Selain hipertensi, penyakit diabetes juga menjadi faktor risiko utama terjadinya gagal ginjal. Penderita diabetes pun diwajibkan rutin mengonsumsi obat untuk menjaga stabilitas kadar gula darah sekaligus melindungi ginjal dari kerusakan.
"Penyakit ginjal itu bisa dicegah dengan mengontrol faktor risiko. Apakah faktor risiko itu hipertensi, diabetes, atau gangguan lainnya," tambahnya.
Baca Juga: Nonton Moto3 Indonesia 2026 dari Rumah, Ini Jadwal dan Akses Link Live Streaming-nya
Sakit Pinggang Belum Tentu Gangguan Ginjal
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Aida juga meluruskan mitos lain yang kerap berkembang di masyarakat, yakni mengaitkan sakit pinggang secara langsung dengan penyakit ginjal.
Meski posisi ginjal berada di area pinggang, tidak semua keluhan nyeri di bagian tubuh tersebut mengindikasikan adanya gangguan ginjal. Sebaliknya, banyak kasus penyakit ginjal justru tidak menimbulkan gejala sakit pinggang sama sekali.
Baca Juga: Resep Sarapan Sehat ala Dokter Jantung, Ampuh Jaga Kolesterol dan Bebas Lemak
Prof. Aida mengingatkan masyarakat agar tidak mendiagnosis diri sendiri saat mengalami keluhan. Pemeriksaan medis dan pengecekan fungsi ginjal secara berkala sangat disarankan untuk mengetahui kondisi kesehatan tubuh secara tepat.(*)