KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Keluhan tangan kesemutan yang kerap dianggap sepele ternyata bisa menjadi penanda gangguan kesehatan yang lebih serius. Meski umumnya timbul akibat tekanan sementara pada saraf saat tidur atau duduk, sensasi mati rasa yang terjadi berulang dan berlangsung lama berisiko mengindikasikan adanya neuropati perifer atau kerusakan saraf.
Dihimpun dari Medical News Today, neuropati perifer dapat memicu sensasi kesemutan, mati rasa, hingga nyeri pada area tangan dan kaki. Sejumlah faktor medis serta gaya hidup diketahui menjadi pemicu utama munculnya gangguan ini.
Beberapa penyebab utama tangan sering mengalami kesemutan meliputi:
-
Defisiensi Nutrisi: Kekurangan vitamin B1, B12, E, dan niasin dapat mengganggu fungsi saraf. Khususnya defisiensi B12, kondisi ini berisiko memicu neuropati perifer yang disertai gejala lelah, pusing, hingga sakit kepala. Sebaliknya, asupan vitamin B6 yang berlebihan juga dapat merusak saraf.
-
Cedera Regangan Berulang (Repetitive Strain Injury): Disebabkan oleh gerakan tangan yang sama secara terus-menerus, seperti mengetik atau menggunakan komputer dalam durasi lama.
-
Sindrom Terowongan Karpal (Carpal Tunnel Syndrome/CTS): Terjadi akibat penjepitan saraf median di area pergelangan tangan. Kondisi ini rentan dialami oleh pekerja dengan aktivitas tangan intensif serta ibu hamil akibat retensi cairan.
-
Jebakan Saraf Ulnaris dan Radial: Penjepitan saraf ulnaris umumnya memicu kesemutan pada jari manis dan kelingking. Sementara gangguan saraf radial (radial nerve palsy) sering terjadi saat lengan tertindih dalam waktu lama, sehingga menyebabkan pergelangan tangan melemah.
-
Konsumsi Alkohol Berlebihan: Sifat toksik alkohol dalam jangka panjang dapat merusak jaringan saraf dan memicu neuropati alkoholik.
-
Efek Samping Obat-obatan: Beberapa jenis obat untuk penanganan kanker, kejang, serta tekanan darah tinggi berpotensi menimbulkan efek samping berupa kesemutan.
Masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan keluhan ini. Jika rasa kesemutan muncul berulang, disertai kelemahan otot, atau nyeri hebat yang kian memburuk, segera konsultasikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan medis yang tepat.(*)
Editor : Thomas Priyandoko