KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental mulai meningkat. Hal ini terlihat dari semakin beragamnya kelompok masyarakat yang datang untuk berkonsultasi dengan psikolog, mulai dari anak usia sekolah, pekerja, hingga keluarga.
Psikolog Siloam Hospitals Balikpapan sekaligus Dosen Politeknik Negeri Balikpapan, Patria Rahmawaty, S.Psi., M.MPd mengatakan, masyarakat kini mulai memahami pentingnya kesehatan mental dan mengetahui tempat untuk mendapatkan bantuan ketika menghadapi persoalan psikologis.
“Untuk saat ini, pasien yang datang untuk konsultasi semakin beragam, mulai dari usia anak sekolah, pekerja, hingga keluarga. Ini sebenarnya sesuai dengan kondisi di masyarakat bahwa sudah mulai memahami pentingnya kesehatan mental dan mulai mengetahui ke mana mencari bantuan saat mengalami permasalahan yang berhubungan dengan kondisi mental mereka,” ucap Patria.
Menurut dia, persoalan yang dihadapi pasien juga beragam, menyesuaikan lingkungan dan tahap kehidupan masing-masing. Sejumlah keluhan yang kerap muncul berkaitan dengan tekanan dalam proses belajar, beban pekerjaan, hingga hambatan dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial.
Baca Juga: Putus Obat Picu Kekambuhan Gangguan Jiwa, RSJD Atma Husada Mahakam Tekankan Peran Keluarga
Pada kelompok remaja, persoalan pergaulan yang tidak sehat atau toxic relationship menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Sementara pada kelompok pekerja, tuntutan pekerjaan dapat memicu kelelahan fisik maupun mental, terlebih apabila individu juga menghadapi persoalan dalam kehidupan pribadi.
Terkait tekanan ekonomi di tengah kondisi biaya hidup yang dirasakan masyarakat, Patria menyebut sejauh ini belum banyak pasien yang secara langsung mengeluhkan faktor tersebut sebagai sumber persoalan psikologis mereka.
“Sejauh ini belum banyak yang mengeluhkan hal tersebut. Mungkin untuk beberapa karakter seseorang akan merasakan hal tersebut dan menjadikan hal itu sebagai sumber permasalahan,” jelasnya.
Ia menilai, respons setiap individu terhadap tekanan dapat berbeda-beda. Situasi yang dirasakan berat oleh seseorang belum tentu menimbulkan dampak serupa pada orang lain. Kemampuan mengatasi masalah, kematangan emosi, serta keterampilan mencari solusi turut memengaruhi cara seseorang menghadapi tekanan.
Baca Juga: Kunjungan Rawat Jalan RSJD Atma Husada Tembus 34 Ribu Kali, Kesadaran Berobat Meningkat
Karena itu, persoalan kesehatan mental tidak dapat dilihat hanya dari satu penyebab. Tekanan belajar, pekerjaan, relasi sosial, maupun persoalan pribadi dapat saling berkaitan dan memengaruhi kondisi psikologis seseorang.
Momentum Hari Kesehatan Jiwa Sedunia menjadi pengingat pentingnya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan mental. Masyarakat diharapkan semakin terbuka membicarakan persoalan psikologis dan tidak ragu mencari bantuan profesional ketika masalah mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo