Jangan Cuma Patokan 8 Jam, Ini Alasan Kualitas Tidur Lebih Penting dari Durasi

Ari Arief • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:07 WIB
Ilustrasi seorang perempuan tampak sedang tidur.(generate ai)
Ilustrasi seorang perempuan tampak sedang tidur.(generate ai)

 

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Tidur sering kali dianggap sebagai aktivitas pasif, padahal merupakan proses fisik penting bagi tubuh. Selama tidur, terjadi berbagai proses biologis vital seperti pemulihan otot, penurunan tekanan darah, hingga pembersihan sisa metabolisme yang berbahaya.

Meski sebagian besar orang berpatokan pada rekomendasi durasi tidur 8 jam sehari, para ahli mengingatkan agar masyarakat tidak terlalu memaksakan diri mengejar angka ideal tersebut secara kaku.

Baca Juga: Warga PPU Bisa Urus Isbat dan Nikah di KUA Gratis

Peringatan ini menjadi relevan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat yang kini gemar melacak kualitas tidur menggunakan jam tangan pintar (smart watch). Kekhawatiran akan dampak buruk akibat kurang tidur maupun kelebihan tidur kerap memicu kecemasan tersendiri. Padahal, kedua kondisi tersebut memang sama-sama membawa risiko bagi kesehatan.

Namun, ukuran durasi tidur ideal rupanya tidak bisa disamaratakan untuk setiap individu.

Baca Juga: Orang Tua Harus Tahu, Panduan Durasi Tidur Ideal Anak dari Bayi hingga Remaja

Direktur Pengobatan Perilaku Tidur dari Universitas Pennsylvania, Michael Perlis, menjelaskan bahwa rekomendasi medis 7 hingga 8 jam tidur per malam memang efektif bagi kebanyakan orang, tetapi tidak berlaku bagi semua orang.

"Rekomendasi umum tersebut tidak memperhitungkan variabel penting seperti jenis kelamin, usia, durasi tipikal periode bangun individu, jumlah pengeluaran energi mental dan fisik harian, kondisi kesehatan, hingga kebutuhan tidur basal masing-masing orang," kata Perlis dikutip dari CNA.

Baca Juga: Sakit Hati kepada Rekan Kerja, Pria di Samarinda Seberang Bakar Mobil Pikap

Lebih lanjut, para ahli menekankan bahwa kualitas dan keteraturan jadwal tidur sebenarnya jauh lebih krusial dibandingkan sekadar durasi jam. Tidur selama 6,5 jam yang dilakukan secara konsisten dan teratur setiap malam dinilai jauh lebih berkualitas.

Kondisi tersebut justru lebih menguntungkan bagi tubuh dibandingkan memaksa tidur selama 8 jam, tetapi diwarnai gangguan (terfragmentasi), dipenuhi rasa cemas, serta memiliki jam tidur yang berubah-ubah setiap harinya.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
biologis durasi tidur