Benarkah Bra Berkawat Picu Kanker Payudara? Simak Penjelasan Medisnya

Dwi Puspitarini • Dipublikasikan Minggu, 18 Oktober 2026 | 09:43 WIB
Ilustrasi. Masih banyak orang beranggapan memakai bra berkawat bisa picu kanker payudara. Benarkah demikian? (iStockphoto/mustafagull)
Ilustrasi. Masih banyak orang beranggapan memakai bra berkawat bisa picu kanker payudara. Benarkah demikian? (iStockphoto/mustafagull)

KALTIMPOST.ID - Isu mengenai pemakaian bra berkawat yang diklaim dapat memicu kanker payudara dipastikan sebagai mitos belaka yang tidak memiliki dasar ilmiah.

Kalangan medis menegaskan bahwa penggunaan pakaian dalam tersebut, baik dari segi model kawat maupun durasi pemakaiannya, sama sekali tidak mempengaruhi timbulnya risiko kanker.

Klarifikasi medis ini kembali ditekankan seiring peringatan Breast Cancer Awareness Month atau Bulan Kesadaran Kanker Payudara yang berlangsung sepanjang Oktober.

Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Menjalar ke Indonesia Timur, Ini Daftar Bandara Terdampak

Edukasi publik dinilai krusial guna meluruskan narasi keliru di media sosial yang mengeklaim kawat bra dan kebiasaan memakainya saat tidur dapat menghambat sirkulasi cairan serta memicu penumpukan sel kanker.

Mitos bahaya bra berkawat pertama kali mencuat luas ke publik lewat buku berjudul Dressed to Kill terbitan tahun 1995 karya Sydney Ross Singer dan Soma Grismaijer.

Kedua penulis tersebut mengeklaim bahwa perempuan yang mengenakan bra berkawat lebih dari 12 jam per hari memiliki kerentanan lebih tinggi terkena kanker payudara akibat terhambatnya sistem getah bening.

Teori dalam buku tersebut menganggap penekanan mekanis dari kawat bra memicu akumulasi racun di sekitar jaringan payudara.

Baca Juga: STNK Hilang dan Pajak Nunggak 5 Tahun, Berapa Biaya yang Harus Diurus Pemilik Kendaraan?

Namun, lembaga riset kanker terkemuka dunia seperti American Cancer Society membantah keras anggapan tersebut karena fakta anatomi membuktikan cairan getah bening mengalir menuju area ketiak, bukan ke arah kawat bra.

Kajian medis juga menegaskan bahwa kompresi atau tekanan ringan pakaian dalam tidak terbukti merusak sistem limfatik maupun memicu keganasan sel.

Spesialis kesehatan payudara dari Cleveland Clinic, Cassann Blake, MD, mengonfirmasi bahwa mengenakan bra berkawat tidak memiliki keterkaitan dengan penyakit mematikan tersebut.

"Dari sudut pandang kanker payudara, mengenakan bra tidak mempengaruhi risiko terkena penyakit tersebut. Saya sering ditanya apakah bra berkawat berdampak pada risiko kanker, dan jawabannya adalah tidak," tegas Dr. Blake, dilansir dari Detikhealth, Minggu (18/10).

Baca Juga: Kebijakan Tidak Naik Kelas Berlaku Lagi Mulai 2027, Mendikdasmen Beberkan Alasannya

Kendati aman dari ancaman kanker payudara, para pakar mengingatkan bahwa pemakaian bra berkawat dengan ukuran yang salah tetap berpotensi menimbulkan masalah fisik.

Kesalahan ukuran bra kerap menimbulkan keluhan rasa sakit, nyeri pada punggung, hingga iritasi dan luka pada jaringan kulit.

Untuk menghindari gangguan kesehatan tersebut, masyarakat disarankan memilih ukuran bra yang pas agar kawat menopang di bawah payudara dengan benar tanpa menusuk kulit.

Selain itu, pemilihan pakaian dalam disarankan proporsional dengan jenis aktivitas, seperti memakai sports bra saat berolahraga jogging atau gimnasium, serta bra tanpa kawat yang rileks ketika bersantai di rumah.***

Editor : Dwi Puspitarini
Mitos Kesehatan Bra Berkawat Edukasi Medis kesehatan wanita kanker payudara