Tiga Jam Lebih Sehari Pakai Headset, Awas Dampaknya bagi Kesehatan Mental

Ilmidza • Dipublikasikan Sabtu, 7 November 2026 | 12:34 WIB
Dampak pakai headset lebih dari 3 jam.
Dampak pakai headset lebih dari 3 jam.

KALTIMPOST.ID, Penggunaan headset atau headphone telah menjadi bagian dari gaya hidup harian banyak orang. Perangkat audio ini kerap diandalkan untuk mendengarkan musik maupun podcast saat bekerja, berolahraga, hingga bepergian. Namun, kebiasaan mendengarkan audio secara terus-menerus ternyata menyimpan dampak kurang baik bagi kesehatan mental dan kehidupan sosial.

​Data Edison Research mencatat bahwa kelompok usia 13 hingga 34 tahun rata-rata menghabiskan waktu hingga 4,5 jam sehari untuk mendengarkan audio melalui perangkat personal. Para ahli pun mengingatkan agar masyarakat mulai membatasi durasi pemakaiannya.

​Berikut adalah sejumlah dampak negatif akibat penggunaan headset yang terlalu sering:

​1. Mengikis Interaksi Sosial

​Memakai headset secara tidak langsung menciptakan benteng isolasi dari lingkungan sekitar. Profesor informatika dari University of California, Irvine, Gloria Mark menyebutkan bahwa banyak orang tanpa sadar menggunakan headset sebagai sekat sosial. Akibatnya, momen interaksi sederhana seperti menyapa tetangga atau berbincang ringkas dengan rekan di perjalanan menjadi terlewatkan. Padahal, komunikasi ringan tersebut penting untuk menjaga kesejahteraan emosional.

​2. Memicu Rasa Kesepian

​Kebiasaan mengurung diri dengan lantunan suara audio juga berpotensi memicu kesepian. Pendiri Center for Healthy Minds dari University of Wisconsin–Madison, Richard Davidson mengamati sekitar 90 persen mahasiswa di kampusnya selalu mengenakan headset. Kondisi ini menutup ruang untuk menjalin relasi baru dengan orang di sekitar. Hubungan sosial yang minim dalam jangka panjang dapat mereduksi rasa keterikatan antarindividu.

​3. Sulit Menikmati Keheningan

​Ketergantungan pada suara hiburan membuat seseorang makin asing dengan suasana tenang. Gloria Mark menilai masyarakat masa kini mulai kehilangan kemampuan untuk duduk diam dan membiarkan pikiran beristirahat tanpa distraksi. Kerap kali, musik atau podcast hanya menjadi pelarian sementara dari rasa cemas. Begitu perangkat dilepas, pikiran yang mengganggu kerap muncul kembali.

​4. Sulit Mengenali Lingkungan Sekitar

​Fokus yang terbagi ke suara audio membuat kepekaan terhadap kondisi sekitar menurun drastis. Hal ini dibuktikan oleh Atira Gali, warga New York berusia 24 tahun. Setelah mencoba melepas headset selama dua hari saat bepergian, ia baru menyadari adanya empat papan petunjuk toko baru di rute harian yang biasa ia lewati.

​Meskipun headset memberikan kenyamanan, para ahli menyarankan untuk tetap memberikan jeda secara berkala. Menikmati momen tanpa distraksi suara dan membuka diri untuk berinteraksi dengan orang lain menjadi langkah penting dalam menjaga keseimbangan hidup.

Editor : Ilmidza
info kesehatan