KALTIMPOST.ID, Saat momen Idul Adha tiba, ada satu bagian kambing yang kerap menjadi rebutan, terutama di kalangan pria, yaitu torpedo kambing.
Nama unik ini merujuk pada testis kambing jantan, bagian yang diyakini bisa meningkatkan gairah dan vitalitas seksual pria.
Namun, apakah klaim tersebut sekadar mitos atau benar-benar terbukti secara ilmiah?
Di banyak daerah, terutama di Indonesia, torpedo kambing sering dianggap sebagai "rahasia pria kuat."
Warisan budaya dan tradisi kuliner berbasis organ hewan mendorong kepercayaan ini tumbuh subur.
Banyak orang tua meyakini bahwa karena torpedo adalah pusat produksi testosteron pada hewan, maka mengonsumsinya bisa memberikan "tenaga ekstra" bagi pria.
Namun, seperti cerita warung kopi yang beredar dari mulut ke mulut, tidak semua yang terdengar meyakinkan benar-benar terbukti.
Baca Juga: Makan Daging Berlebih saat Iduladha? Ini Cara Mudah Detoks Tubuh di Rumah
Kandungan Gizi Torpedo Kambing (Testis Kambing)
Mengacu pada data dari United States Department of Agriculture (USDA), dalam 100 gram torpedo kambing terdapat:
- Kalori: 68 kcal
- Protein: 11,4 gram
- Lemak: 2,38 gram
- Kolesterol: 393 mg
- Zat besi: 1,14 mg
- Magnesium: 11 mg
- Kalium: 265 mg
- Sodium: 119 mg
Secara gizi, torpedo kambing tergolong tinggi protein dan kaya akan mineral. Tapi, satu hal penting yang perlu dicatat: kadar kolesterolnya sangat tinggi.
Baca Juga: Kaki Bengkak dan Nyeri di Malam Hari? Bisa Jadi Ini Gejala Asam Urat
Apakah Torpedo Kambing Bisa Meningkatkan Vitalitas Pria?
Jawabannya, belum terbukti secara ilmiah. Menurut Healthline dan Mayo Clinic, testis hewan memang memproduksi hormon testosteron, namun saat dimasak, hormon tersebut akan rusak dan tidak aktif lagi.
Artinya, mengonsumsi torpedo kambing tidak akan serta-merta membuat kadar testosteron pria meningkat.
Sebaliknya, faktor gaya hidup seperti olahraga teratur, tidur cukup, makan seimbang, dan mengelola stres terbukti lebih efektif dalam menjaga vitalitas pria.
Kandungan Bermanfaat Lainnya dari Torpedo Kambing
Meski tak bisa langsung meningkatkan libido, torpedo kambing tetap punya kandungan yang bermanfaat bagi tubuh, di antaranya:
- Protein Berkualitas
Bermanfaat untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh.
- L-Arginine
Senyawa ini membantu melancarkan aliran darah. Dalam beberapa studi, l-arginine dikaitkan dengan perbaikan fungsi ereksi.
- Zat Besi
Mencegah anemia dengan membantu produksi hemoglobin.
- Vitamin B12
Menjaga fungsi saraf dan produksi sel darah merah.
- Fosfor
Penting untuk kesehatan tulang dan produksi energi.
- Selenium
Bertindak sebagai antioksidan alami.
- Magnesium dan Kalium
Mendukung tekanan darah stabil, fungsi otot, dan jantung yang sehat.
Baca Juga: Jangan Sampai Salah! Berikut Daftar Makanan yang Menyebabkan Asam Urat
Risiko Kesehatan Jika Konsumsi Berlebihan
Tidak semua yang mengandung gizi tinggi aman dikonsumsi berlebihan. Ini beberapa efek samping dari konsumsi torpedo kambing secara tidak bijak:
Kolesterol Tinggi
Dalam 100 gram, kandungan kolesterolnya hampir mencapai batas harian yang disarankan. Risiko penyakit jantung dan stroke bisa meningkat.
Purin Tinggi
Sebagai bagian dari jeroan, torpedo mengandung purin tinggi yang berisiko meningkatkan asam urat.
Bagaimana Cara Menikmati Torpedo Kambing dengan Aman?
Jika ingin menikmatinya sebagai bagian dari tradisi atau kuliner khas Idul Adha, sebaiknya:
- Konsumsi dalam jumlah kecil (1 potong cukup)
- Imbangi dengan sayur dan buah segar
- Hindari jika memiliki riwayat kolesterol tinggi atau asam urat
- Jangan dijadikan makanan rutin
Baca Juga: Diam-Diam Menumpuk Lemak Darah, Ini 7 Makanan yang Harus Dijauhi jika Tak Ingin Jantung Bermasalah
Tradisi Boleh, Asal Bijak
Torpedo kambing memang kaya nutrisi dan menjadi bagian dari tradisi kuliner yang unik.
Namun, anggapan bahwa ia bisa meningkatkan vitalitas secara instan tidak terbukti secara ilmiah.
Daripada mengandalkan satu jenis makanan, cobalah gaya hidup sehat sebagai solusi jangka panjang.
Seperti kata pepatah, "Kesehatan itu bukan hasil dari satu suapan, tapi dari ribuan keputusan bijak setiap hari." ***
Editor : Dwi Puspitarini