Mengenal Bubur Bassang, Kuliner Khas Sulawesi Selatan yang Sempat Viral di Balikpapan
Khoirun Nisa• Senin, 22 September 2025 | 17:49 WIB
Bubur bassang aneka topping.
KALTIMPOST.ID, Beberapa bulan terakhir, pemandangan mobil yang berjualan di tepi jalan atau gerobak sederhana bertuliskan ‘Bubur Bassang’ kian akrab di berbagai sudut jalan Kota Balikpapan.
Mulai dari kawasan Balikpapan Utara, area Monpera, hingga Balikpapan Timur, kuliner khas Makassar atau Sulawesi Selatan yang manis gurih ini seolah sedang naik daun dan terlihat ada di mana-mana. Berbagai food vlogger lokal pun tak luput mengulasnya.
Lalu apa itu Bubur Bassang yang sempat viral di Balikpapan pada Mei 2025 lalu?
Momen Viral di Media Sosial
Popularitas mendadak bubur ini berawal pada Mei 2025. Sejumlah akun media sosial lokal seperti @rekomendasibalikpapan, @kulineran.balikpapan, dan @pamandatang.id ramai-ramai mengunggah konten seputar “Bubur Bassang Nindy” — salah satu penjual yang populer di kota ini.
Judul-judul seperti “Bubur Bassang Viral di Monpera” sukses memancing penasaran warga.
Video-video singkat itu tak hanya menampilkan kelembutan bubur tradisional, tetapi juga sentuhan kekinian yang membuatnya menarik: tambahan topping keju gurih, lelehan susu kental manis, bahkan bubuk milo. Inovasi inilah yang membuat warganet penasaran ingin mencoba.
Sebenarnya, Apa Itu Bubur Bassang?
Nama "Bassang" sendiri berasal dari bahasa Makassar yang berarti kenyang atau mengenyangkan, sesuai dengan karakternya sebagai sumber energi.
Dahulu, hidangan ini menjadi menu sarapan andalan para nelayan dan pekerja pelabuhan di pesisir Makassar sebelum mereka mulai beraktivitas.
Di balik rasanya yang sederhana, proses pembuatannya menuntut kesabaran, seringkali menghabiskan waktu hingga berjam-jam untuk memastikan jagung pulut benar-benar lembut.
Secara budaya, semangkuk Bubur Bassang hangat melambangkan kebersamaan dan nostalgia akan kampung halaman.
Meski, di daerah asalnya sendiri, penjual Bassang tradisional yang berkeliling dengan sepeda atau gerobak kini mulai sulit ditemukan.
Kuliner Tradisional yang Kembali Dipopulerkan
Fenomena di Balikpapan menjadi tanda bahwa kuliner tradisional tidak akan lekang oleh waktu.
Meski tren datang dan pergi, momen populernya Bubur Bassang menunjukkan bahwa warisan budaya masih memiliki tempat spesial di hati masyarakat, apalagi jika dibungkus dengan kreativitas.
Menikmati semangkuk Bubur Bassang bukan sekadar mengenyangkan perut. Ini adalah sebuah tindakan menghargai dan melestarikan kekayaan rasa Nusantara.
Sebuah pengingat bahwa warisan kuliner bisa kembali bersinar terang, selama ada yang peduli untuk mengenalkannya kembali. ***