Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Bukan Amplang atau Ilat Sapi: Mengenal Lempeng, Jajanan Sederhana yang Bertahan di Samarinda

Khoirun Nisa • Senin, 29 September 2025 | 17:24 WIB

 

Lempeng khas Banjar yang populer di Samarinda.
Lempeng khas Banjar yang populer di Samarinda.

KALTIMPOST.ID, Di antara aroma kopi yang menguar dari kedai-kedai modern di Samarinda, sesekali tercium wangi manis adonan pisang dan kelapa yang dipanggang datar.

Aroma sederhana itu milik lempeng, jajanan tradisional yang kisahnya tak semegah kuliner ikonik lainnya.

Tapi, punya tempat tersendiri di hati masyarakat dan masih banyak digemari.

Apa Itu Lempeng?

Lempeng adalah kue tradisional khas suku Banjar yang berbentuk pipih yang umumnya dibuat dari campuran tepung (terigu atau beras), kelapa parut, gula, dan air.

Dalam beberapa varian, lempeng juga menggunakan pisang, menghasilkan rasa manis alami yang khas.

Teksturnya bisa bervariasi—mulai dari padat, kenyal, hingga lembut tergantung bahan dan cara memasaknya.

Meski lempeng dikenal di berbagai daerah di Indonesia seperti Minangkabau, Bugis, dan Banjar, masyarakat Kalimantan—termasuk di Samarinda—juga mengenal dan menyukai makanan ini.

Di Kalimantan Selatan misalnya, lempeng menjadi bagian dari budaya kuliner Banjar, dan pengaruhnya ikut menyebar ke wilayah Kalimantan Timur, termasuk Samarinda.

Populer Tapi Tidak Ikonik

Di Samarinda, lempeng tidak selalu masuk dalam daftar utama oleh-oleh khas seperti amplang, lempok durian, atau kue ilat sapi.

Namun demikian, lempeng tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat lokal—terutama sebagai camilan rumahan atau sajian di warung kopi tradisional.

Di warung-warung kopi sederhana di kawasan pasar atau Citra Niaga, lempeng seringkali menjadi teman setia secangkir kopi hitam.

Rasanya yang manis dan teksturnya yang mengenyangkan membuat lempeng cocok disantap saat pagi atau sore hari.

Kehadiran lempeng di tempat-tempat seperti ini menunjukkan bahwa makanan tradisional ini masih dicari dan dinikmati, meskipun tak selalu terlihat mencolok.

Resep Sederhana Lempeng Pisang Rumahan

Lempeng juga sering dibuat di rumah, terutama oleh generasi yang masih melestarikan resep dari orang tua atau nenek mereka.

Proses membuat lempeng cukup sederhana dan tidak memerlukan alat khusus—cukup wajan datar, api sedang, dan bahan-bahan yang mudah ditemukan.

Berikut adalah contoh resepnya:

Cara membuat: Haluskan pisang, lalu campur semua bahan hingga menjadi adonan kental.

Tuang ke atas wajan datar yang sudah dipanaskan dan diberi sedikit minyak. Masak hingga kedua sisi kecokelatan.

Pelestarian Jajanan Lokal

Meskipun kehadirannya perlahan tergeser oleh makanan modern, lempeng tetap eksis berkat upaya sebagian masyarakat untuk menjaga kuliner lokal.

Beberapa komunitas kuliner di Samarinda juga mulai mengenalkan kembali lempeng melalui media sosial atau bazar makanan tradisional.

Bagi generasi muda, mencicipi atau bahkan belajar membuat lempeng bisa menjadi salah satu cara sederhana untuk mengenal dan mencintai budaya sendiri.

Melekat di Samarinda

Lempeng mungkin bukan ikon kuliner utama Samarinda, tetapi ia tetap memiliki tempat dalam keseharian masyarakat kota ini.

Sebagai camilan sederhana yang kaya rasa dan nilai tradisi, lempeng layak untuk terus dilestarikan—baik sebagai bagian dari warisan kuliner Banjar maupun sebagai kekayaan budaya Samarinda yang multikultural. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#lempeng pisang #Lempeng khas Banjar #Kuliner tradisional Kalimantan Selatan #samarinda #jajanan khas banjar #jajanan tradisional