KALTIMPOST.ID, Bubur ayam adalah hidangan yang tak terpisahkan dari budaya sarapan di Indonesia.
Biasanya berisi bubur dari beras putih, suwiran ayam, cakwe, daun bawang, bawang goreng dan kerupuk.
Tapi Indonesia punya beragam versi bubur yang menjadi ciri khas masing-masing daerah.
Misalnya bubur ayam Bandung yang cukup populer, bubur Jakarta, Cirebon, hingga bubur Samarinda.
Ada bubur dengan kuah melimpah, ada pula kuah kental, cenderung cair, bahkan disajikan polosan.
Di antara beragam variasi yang ada, Bubur Ayam Samarinda menawarkan pengalaman yang berbeda bagi warga lokal.
Keunikan dan kekhasannya membuat hidangan ini bukan sekadar menu sarapan, melainkan sebuah eksplorasi rasa yang kaya dan memanjakan lidah.
Baca Juga: Seminggu Penuh Jajan dan Nikmati Hiburan di Samarinda Food Week 2025, Keseruannya Sampai 5 Oktober!
Perbedaan Unik dan Kuah yang Melimpah
Jika bubur ayam Jakarta, Cirebon, dikenal dengan bubur yang kental dan disiram sedikit kuah kaldu kecoklatan, dan bubur Bandung cenderung polos, Bubur Ayam Samarinda memiliki karakteristik yang berbeda.
Perbedaan utamanya terletak pada kuah kaldu ayamnya yang melimpah dan kaya rasa dengan sedikit kekuningan seperti kuah soto.
Kuah ini dimasak dengan bumbu-bumbu rempah seperti jahe, serai, daun salam, dan lengkuas, yang memberikan aroma harum dan rasa gurih yang mendalam.
Selain kuahnya, topping yang variatif juga menjadi ciri khas lainnya. Dalam satu mangkuk, kamu akan menikmati suwiran daging ayam, potongan telur rebus, irisan hati dan ampela ayam, irisan tomat segar, hingga emping yang renyah. Tapi, tanpa kacang seperti bubur lainnya.
Kombinasi ini tidak hanya menambah tekstur, tetapi juga menciptakan harmoni rasa yang kompleks—gurih, segar, dan renyah dalam setiap suapan.
Baca Juga: Bukan Amplang atau Ilat Sapi: Mengenal Lempeng, Jajanan Sederhana yang Bertahan di Samarinda
Konteks Lokal dan Sejarah Singkat
Bubur ayam khas Samarinda tak kalah dati bubur daerah lain. Bagi kamu yang suka bubur dengan karakteristik kuah banjir seperti makan soto, bubur dati Ibu Kota Kaltim adalah pilihan yang pas.
Terlebih cuaca yang sering kali hujan, hidangan berkuah panas menjadi pilihan yang tepat.
Tanpa disadari kuliner ini terus berkembang dan menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas kuliner kota Samarinda.
Resep dan Saran Penyajian
Membuat Bubur Ayam Samarinda di rumah cukup mudah.
- Siapkan bubur nasi yang dimasak hingga sangat lembut.
- Buat kaldu dengan merebus ayam bersama bumbu rempah. Tumis bumbu halus (bawang merah, bawang putih, kemiri, merica, jahe, kunyit) dan masukkan ke dalam kaldu. Tambahkan laos, sereh, daun salam dan santan hingga kaldu meresap.
- Sajikan bubur dalam mangkuk, tambahkan suwiran ayam, potongan telur, tomat, dan emping. Tambahkan pelengkap lain seperti ati/ampela, bawang goreng, dan daun seledri yang diiris tipis agar makin autentik. Jeruk nipis dan kecap sebagai opsi.
- Siram dengan kuah kaldu panas yang sudah Anda siapkan.
- Tambahkan sambal khas Samarinda yang terbuat dari cabai dan tomat sebagai pelengkap.
Baca Juga: Sering Diklaim Jadi Kuliner Khas, Ini yang Bikin Nasi Kuning Samarinda Berbeda
Bubur Ayam Samarinda bukan hanya sekadar sarapan, melainkan hidangan yang merepresentasikan kekayaan rasa dan kehangatan yang menjadi ciri khas kuliner Indonesia.
Tak hanya di Samarinda juga populer di Balikpapan. Kamu suka bubur dari mana? ***
Editor : Dwi Puspitarini