Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Putri Mandi, Takjil Ikonik Khas Melayu yang Selalu Dinanti di Pontianak

Ari Arief • Jumat, 27 Februari 2026 | 15:35 WIB

Ilustrasi takjil Putri Mandi di Pontianak, Kalbar.
Ilustrasi takjil Putri Mandi di Pontianak, Kalbar.

KALTIMPOST.ID,PONTIANAK-Ramadan di Kota Khatulistiwa terasa kurang afdol tanpa kehadiran Putri Mandi dalam deretan menu berbuka.

Kudapan tradisional berbahan ketan ini tetap menjadi primadona warga Pontianak, Kalimantan Barat, berkat perpaduan cita rasa manis dan gurih yang memanjakan lidah.

Secara tampilan, Putri Mandi terdiri dari bulatan pulut ketan kenyal yang disiram kuah kental perpaduan gula aren dan gula pasir.

Untuk menarik perhatian pelanggan, adonan ketan biasanya diberi warna-warni cerah seperti merah, kuning, dan hijau.

Salah satu pembuat lokal, Nurhayati, mengakui bahwa pesanan terhadap kue ini melonjak tajam setiap kali bulan suci tiba.

"Di hari biasa saya hanya buat jika ada pesanan, tapi selama puasa permintaan memang jauh lebih tinggi," ungkapnya.

Baca Juga: Jaga Kualitas Takjil, Ini Tips Simpan Kurma agar Tetap Segar dan Bebas Jamur

Nurhayati menjaga keaslian rasa dengan menggunakan resep keluarga yang diwariskan secara turun-temurun.

Baginya, Putri Mandi adalah bukti bahwa kuliner tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat meski zaman terus berubah.

Jejak Sejarah di Tepian Kapuas

Lebih dari sekadar takjil, Putri Mandi merupakan warisan kuliner Melayu yang sudah ada sejak era Kesultanan Pontianak pada abad ke-18.

Penggunaan bahan utama seperti ketan, kelapa, dan gula merah mencerminkan kekayaan hasil bumi masyarakat pesisir Sungai Kapuas di masa lampau.

Dalam adat Melayu, sajian berbahan ketan memiliki makna filosofis tentang kebersamaan dan kelembutan.

Nama "Putri Mandi" sendiri terinspirasi dari bentuk penyajiannya; bulatan ketan warna-warni yang terendam dalam kuah manis tampak seolah-olah sedang mandi, sementara warnanya diibaratkan kecantikan seorang putri.

Mudah Dicari, Harga Bersahabat

Baca Juga: Kreasi Minuman Kurma, Pilihan Takjil Sehat dan Nikmat untuk Buka Puasa

Bagi yang sedang berada di Pontianak, kue ini sangat mudah dijumpai di berbagai pasar wadai atau pasar takjil musiman.

Harganya pun sangat ramah di kantong, biasanya dibanderol antara Rp 5.000 hingga Rp 10.000 per porsinya.

"Kalau puasa begini penjualnya menjamur di mana-mana. Beda dengan hari biasa yang agak sulit dicari," ujar Nova Juliani, salah satu warga setempat.

Hingga kini, Putri Mandi bukan sekadar pemuas lapar saat berbuka, melainkan jangkar budaya yang menghubungkan generasi muda Pontianak dengan akar tradisi Melayu yang luhur.(*)

Editor : Dwi Puspitarini
#puasa #Putri Mandi #pontianak #kalbar #Ikonik #takjil