Dari pantauan Kaltimpost.ID, sejumlah pekerja mulai merakit besi di basecamp proyek yang berjarak sekitar 50 meter dari jembatan yang akan dibangun.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kubar melalui Kabid Bina Marga Yohanes Saw mengatakan, pengerjaan segera dimulai.
Ia mengutarakan, pembangunan jembatan beton tersebut sebagai pengganti jembatan kayu yang ada saat ini. Yohanes juga menyampaikan, mulai besok hingga selama pengerjaan, lalu lintas akan dialihkan.
"Arus lalu lintas untuk sementara kegiatan pembangunan kita alihkan melewati jalan dan jembatan Kampung Engkuni yang berada di sebelah hilir," terangnya, Senin (2/9/2024).
Yohanes menambahkan, menurut kontraktor, jembatan yang ada saat ini tidak akan langsung dibongkar.
"Untuk jembatan kayunya tidak dibongkar dulu, dibiarkan untuk bantu dudukan atau stan penyanggahnya, dibongkar kemungkinan setelah erection herder," pungkasnya.
Untuk diketahui, jembatan kayu Sungai Idant memiliki peran vital sebagai jalur utama transportasi dari beberapa kampung di Kecamatan Barong Tongkok.
Jembatan tersebut juga menjadi akses beberapa kampung di Kecamatan Nyuatan untuk menuju kawasan ibu kota Kabupaten Sendawar dan kawasan lainnya.
Usia jembatan berbahan dasar kayu ulin ini sudah puluhan tahun. Karena itu, selain pondasinya yang telah tergerus erosi, papan kayu jalur mobil sudah banyak yang lepas.
Beberapa bagian bahkan bolong. Kondisi ini tentu saja sangat berbahaya bagi pengendara karena berpotensi menyebabkan kecelakaan. (*/ard)
Editor : Almasrifah