SENDAWAR - Masyarakat Kampung Kelian Dalam, Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat (Kubar) yang berada di daerah hulu sungai Kelian berharap, pemimpin baru Kubar lebih memperhatikan kampung mereka.
"Kami berharap Bupati Kutai Barat periode 2025-2030 lebih peduli dengan akses jalan kami yang saat ini masih sebagian berupa jalan tanah dengan pengerasan seadanya sehingga saat musim hujan cukup sulit dilintasi," ungkap Aditya, saat kegiatan kampanye tatap muka salah satu paslon, Jumat (22/11/2024).
Kondisi akses jalan seperti sekarang ini cukup mempengaruhi harga bahan pokok di Kampung Kelian Dalam, yang lebih tinggi jika dibandingkan kampung di luar Kelian Dalam.
Tidak hanya harga bahan pokok yang relatif lebih tinggi, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) juga menyentuh angka Rp 17 ribu perliter. Selain itu, masyarakat yang berada di pinggir aliran sungai Kelian tersebut juga berharap sarana air bersih dari pemerintahan.
"Pamsimas yang dibangun mengunakan anggaran ADK tidak dinikmati semua warga, hanya beberapa persen saja," ungkap ketua BPK periode 2017-2022, Arifin.
Ia melanjutkan, selain air bersih warga Kelian Dalam berharap jaringan telekomunikasi lebih baik. "Saat ini, kami andalkan jaringan Indosat, harapan kami ini kami titip pada paslon FENA kelak jika terpilih jadi pemimpin baru Kubar," harap Arifin.
Untuk diketahui, Kampung Kelian Dalam dulunya adalah persinggahan masyarakat yang bekerja mencari emas di Hulu Sungai Kelian,pada zamannya kawasan ini pernah ramai dihuni oleh orang-orang yang bekerja mencari emas. Saat ini penduduknya jauh berkurang tercatat hanya dihuni 500 lebih Kepala Keluarga. (*)
editor: sukri sikki
Editor : Sukri Sikki