Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pemkab Kutai Barat Gelar Apel Peringatan Bela Negara, Ingatkan Komitmen Bersama untuk Wujudkan Indonesia Maju

Sunardi Kaltim Post • Kamis, 19 Desember 2024 | 10:28 WIB


Sekretaris Kabipaten Kutai Barat Ayonius memimpin apel Peringatan Bela Negara.
Sekretaris Kabipaten Kutai Barat Ayonius memimpin apel Peringatan Bela Negara.

KALTIMPOST.ID,SENDAWAR- Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Pemkab Kubar) menggelar upacara Peringatan Bela Negara Ke-76. Bertempat di Alun-Alun ITHO, Kamis (19/12/2024).

Bertindak sebagai inspektur Upacara, Sekkab Ayonius yang membacakan sambutan Presiden Prabowo Subianto.

Presiden mengungkapkan apel Peringatan Bela Negara digelar untuk mengenang perjuangan yang telah dilakukan para pahlawan dalam mempertahankan kedaulatan negara.

Baca Juga: Pesan Natal Bupati Terpilih untuk Umat Kristiani Kubar: Saling Mengasihi dan Membantu Sesama

Melalui peristiwa bersejarah yakni Agresi Militer Belanda II pada 19 Desember 1948. Para pejuang menunjukkan kegigihan dan usaha mereka untuk merebut kembali Ibu Kota Negara, Jogjakarta. Saat itu, Jogjakarta merupakan  simbol pemerintahan  Negara  Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Pada masa  itu, Belanda berhasil menangkap   sejumlah tokoh penting di Indonesia. Di antaranya Presiden Soekarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta, dan beberapa pejabat tinggi  lainnya. Hal ini menyebabkan  kekosongan  kepemimpinan negara,” ucap Ayonius.

Maka dari  itu, demi  keberlangsungan  pemerintahan Indonesia, Presiden Soekarno  menginstruksikan Menteri Kemakmuran Syafruddin Prawiranegara untuk membentuk   Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di daerah Bukit Tinggi, Sumatra Barat.

Deklarasi PDRI merupakan bukti ketangguhan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan NKRI. Selain itu, keberadaan PDRI juga memberikan sinyal kepada dunia bahwa Republik Indonesia masih tetap berdiri.

"Mendengar catatan sejarah tersebut, membuat  kita sebagai generasi penerus menjadi kagum  dan terinspirasi akan dedikasi pengorbanan  para pejuang bangsa.

Oleh karena itu, peringatan Hari Bela Negara merupakan momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen bersama dalam menjaga dan memperkuat persatuan bangsa Indonesia," ucapnya.

Peringatan Hari Bela Negara tahun ini mengambil tema Gelora Bela Negara untuk Indonesia Maju.

Baca Juga: Angin Puting Beliung Mengamuk di Kubar, Tiga Rumah di Marie Simpang Raya Rusak

"Tema ini mengandung makna bahwa kita   seluruh warga negara Indonesia agar terus  menggelorakan bela negara dengan  berkontribusi secara nyata dalam berbagai  aspek kehidupan guna mewujudkan Indonesia maju,” sambungnya.

Setiap individu memiliki peran penting dalam   kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam  konteks bela negara, terdapat  lima  nilai  dasar bela negara. Antara lain cinta Tanah Air  air, kesadaran berbangsa  dan  bernegara, yakin pada Pancasila, rela berkorban, dan memiliki kemampuan awal bela negara.

"Hal tersebut menjadi landasan untuk membentuk mental dan fisik yang tangguh," kata Ayonius.

Karenanya, diperlukan antisipasi, penyelarasan, pembaruan kebijakan pertahanan, dan pelaksanaan  strategi pertahanan  negara  yang  tepat. Hal  tersebut untuk menghadapi tantangan-tantangan dalam rangka penerapan Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata).

"Sishankamrata merupakan strategi   pertahanan negara terbaik karena Indonesia memiliki keunggulan jumlah penduduk dan wilayah nusantara yang luas," pungkas Ayonius. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#Pemkab Kubar #agresi belanda #bela negara #Sumatra barat #soekarno #prabowo subianto #mohammad hatta #indonesia maju #jogjakarta