KALTIMPOST.ID, Dekranasda Kutai Barat mencuri perhatian pengunjung Kaltim Fair ke-15 yang digelar di Atrium BIGmall Samarinda.
Beragam kerajinan khas daerah ditampilkan, mulai dari Sulam Tumpar, Tenun Doyo, hingga anyaman rotan.
Semuanya merupakan warisan budaya masyarakat Dayak yang sarat nilai seni dan tradisi.
Ketua Dekranasda Kutai Barat, Maria Christina Mozes Edwin, mengaku bangga bisa ambil bagian dalam ajang pameran tahunan bergengsi ini.
“Sangat bagus dan penuh inovasi. Event seperti ini menjadi ruang bagi kami dari daerah untuk menunjukkan potensi-potensi yang kami miliki di Kutai Barat,” ujarnya pada Sabtu (19/4/2025).
Dengan mengusung semangat pelestarian budaya sekaligus promosi produk lokal, Dekranasda Kutai Barat berkomitmen untuk terus mengangkat kekayaan seni dan kriya dari tanah Bumi Tanaa Purai Ngeriman.
Maria Christina, yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK Kutai Barat, berharap pameran seperti ini bisa terus diadakan setiap tahun sebagai wadah bagi pelaku UMKM di daerah untuk berekspresi, berinovasi, dan berkembang.
Sebagai informasi, Kaltim Fair ke-15 resmi digelar pada 16 hingga 20 April 2025 di Samarinda.
Ajang ini menjadi tempat berkumpulnya instansi pemerintah, perusahaan swasta, sektor otomotif, hingga perbankan, untuk menampilkan potensi terbaik masing-masing.
Baca Juga: Kasus Gaji Dipotong karena Salat Jumat di Surabaya, Menag Nasaruddin Angkat Bicara
Sebanyak 22 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur turut berpartisipasi, mengisi total 33 stan yang memamerkan beragam produk unggulan.
Namun, dari sekian banyak stan yang ada, Stan Dekranasda Kabupaten Kutai Barat menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian.
Yang membuatnya istimewa, pengunjung tak hanya bisa melihat produk jadi, tetapi juga berkesempatan menyaksikan langsung proses pembuatan kerajinan oleh para pengrajinnya. ***
Editor : Dwi Puspitarini