KALTIMPOST.ID-Pemkab Kutai Barat (Kubar) menggelar Pendidikan dan Latihan Manajemen Risiko Organisasi Sektor Publik untuk JPT Pratama, camat, pejabat administrator dan auditor di lingkungan Pemkab Kutai Barat tahun 2025.
Kegiatan tersebut dibuka Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Adriani di Samarinda dan digelar selama lima hari.
Dalam sambutannya, Nanang berharap ke depan terwujudlah pemerintahan yang lebih profesional, efisien, dan bertanggung jawab.
Terutama dalam mendukung terwujudnya “Kutai Barat yang Semakin Sejahtera, Aman, Adil, Merata, dan Beradat”.
“Saat ini, kita hidup pada era yang dinamis dan penuh tantangan. Berbagai risiko, baik internal maupun eksternal, bisa mengancam kinerja dan pencapaian tujuan organisasi pemerintah,” ucapnya Senin (19/5).
Maka, kegiatan itu memiliki arti penting khususnya bagi Kubar, karena akan menuntun untuk memiliki pemahaman dan keterampilan yang memadai dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan mengelola risiko tersebut.
Dalam era yang penuh dinamika dan tantangan, pengelolaan risiko yang efektif menjadi kunci keberhasilan organisasi sektor publik dalam mencapai tujuan strategisnya dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
“Selain itu, manajemen risiko yang baik tidak hanya mencegah kerugian. Tetapi juga membuka peluang meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi. Dengan memahami risiko secara mendalam, kita bisa membuat keputusan yang lebih cerdas, mengalokasikan sumber daya secara efektif, dan mengantisipasi potensi masalah sebelum menjadi krisis,” paparnya.
Melalui kegiatan itu, Nanang meminta seluruh peserta memahami kegiatan itu sebagai penunjang peningkatan kualitas perencanaan, kinerja, dan efektivitas organisasi.
Dengan cara memberikan dasar penyusunan rencana strategis sebagai hasil dari pertimbangan yang terstruktur terhadap risiko kunci.
“Implementasikan secara nyata penerapan manajemen risiko dengan benar, karena bertujuan untuk memastikan risiko yang dihadapi bisa dikelola dengan efektif, efisien, dan bersifat komprehensif. Agar visi, misi, dan sasaran organisasi bisa tercapai serta sesuai dengan prinsip manajemen risiko,” ucapnya.
Penerapan yang tepat tentu akan berdampak pada terwujudnya peningkatan kualitas kinerja serta akuntabilitas organisasi.
Harapannya melalui kegiatan itu bisa meningkatkan hubungan baik dengan pemangku kepentingan.
Dengan mencapai kesinambungan pemberian pelayanan kepada pemangku kepentingan. Sehingga mampu meningkatkan kualitas serta nilai organisasi. (rd)
SUNARDI
Editor : Romdani.