Acara yang melibatkan pemerintah daerah, organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintahan kampung, hingga pihak swasta dan perusahaan, secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Kutai Barat, Nanang Adriani.
Dalam sambutannya, Nanang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam percepatan penanganan stunting. Ia berharap, angka prevalensi stunting di Kubar terus menurun dari tahun ke tahun.
“Kita harus bertindak cepat. Pemerintah daerah bersama DPRD berkomitmen mendukung penuh pengentasan stunting di Kutai Barat,” tegas Nanang.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kubar, Sukwanto, turut menyampaikan bahwa penanganan stunting membutuhkan pendekatan yang terintegrasi, termasuk edukasi dan pola asuh yang tepat di keluarga.
“Sasaran kita adalah keluarga kurang mampu, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita usia di bawah dua tahun. Penyuluh KB yang tersebar di 16 balai kecamatan akan dimaksimalkan,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan PT Kedap Sayaq, Uus Rahmat Wusana, menyatakan kesediaan perusahaannya untuk berkontribusi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
“Stunting adalah tanggung jawab bersama. Kami siap berkolaborasi dengan Pemkab Kutai Barat dalam upaya preventif maupun intervensi terhadap stunting,” ungkap Uus.
Melalui Rakor GENTING ini, Pemkab Kubar berharap pendekatan berbasis kemitraan dengan dunia usaha dapat memperkuat strategi penurunan stunting secara berkelanjutan di daerah.
Editor : Uways Alqadrie