KALTIMPOST, ID, SENDAWAR – Program pembangunan tahun 2024 kembali menjadi sorotan. Salah satunya proyek ruang guru SMA 1 Long Iram, Kutai Barat (Kubar) tidak selesai dan mangkrak.
Pekerjaan bangunan tersebut baru pondasi dan beberapa tiang penyangga. Hal ini disayangkan sejumlah pihak. Pasal proyek tersebut telah menelan anggaran yang tidak sedikit.
Kepala SMA 1 Long Iram, Yulia Hariati mengatakan, proyek tersebut untuk ruang guru. "Proyek DAK Provinsi. Rencananya, kami pihak sekolah hanya terima kunci saja," ungkapnya, Kamis (28/8/2025).
Berdasarkan informasi dari beberapa sumber, proyek tersebut telah diputus kontraknya oleh instansi terkait. Sebab penyedia jasa atau kontraktor tidak sanggup menyelesaikannya.
"Sangat disayangkan sudah dianggarkan, dilaksanakan namun tidak diselesaikan. Padahal ruang guru sangat penting bagi SMA 1 Long Iram," tegas warga yang meminta namanya tidak ditulis.
Menurut dia, kontraktor seharusnya bertanggung jawab. Berani ikut lelang berarti yakin mampu mengerjakan. "Kami harap proyek mangkrak ini tak luput dari bidikan APH (aparat penegak hokum),” tandasnya.
Proyek mandek seperti ini jamak ditemukan di Kubar. Biasanya pekerjaan terhenti karena berbagai faktor. Salah satunya kontraktor kesulitan mencari material. Kadang juga terkendala pendanaan, atau dugaan penyimpangan anggaran. (*)
Editor : Sukri Sikki