Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pemekaran Kutai Barat lewat DOB Benua Raya, Begini Respons Bupati Frederick Edwin

Sunardi Kaltim Post • Minggu, 31 Agustus 2025 | 13:59 WIB

Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin.
Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin.

KALTIMPOST.ID, SENDAWAR- Wacana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Benua Raya, rencananya dibentuk sebagai pemekaran dari Kabupaten Kutai Barat (Kubar). DOB Benua Raya disebut -sebut mendapat persetujuan tujuh kecamatan yang terdiri dari 79 kampung, Gagasan pemekaran sudah muncul sejak tahun 2019 lalu.

Belakangan muncul klaim sejumlah pihak menyebutkan Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin memberikan persetujuan awal rencana pemekaran namun masih ada sejumlah rekomendasi yang belum terpenuhi terutama dari DPRD Kubar.

Terkait hal tersebut Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin mengaku pada prinsipnya, mendukung pemekaran "Kita dukung pemekaran Benua Raya untuk pembangunan yang lebih baik," ungkapnya kepada Kaltimpost.id, Minggu (31/8/2025)

Baca Juga: DPD RI Dorong Pencabutan Moratorium DOB, 8 Daerah di Kaltim Siap Mekar

Menurutnya sejatinya pemekaran untuk pembangunan daerah yang lebih baik, sambil menunggu dicabutnya Moratorium Pemekaran yang menunda pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) yang mulai diberlakukan secara efektif sejak tahun 2014.

Untuk diketahui Kabupaten Kutai Barat pada tahun 1999 dimekarkan dari Kabupaten Kutai, selanjutnya setelah menjadi Kabupaten Kutai Barat, tahun 2013 dilakukan kembali pemekaran Kabupaten Mahakam Ulu pada saat Kabupaten Kutai Barat dipimpin Ismael Thomas. (*)

Editor : Muhammad Rizki
#daerah otonom baru #Bupati Kutai Barat Frederick Edwin #Kutai Barat #dob