Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Festival Dahau 2025: Pacu Perahu Naga Hidupkan Kembali Tradisi dan Semangat Kebersamaan di Kubar

Sunardi Kaltim Post • Kamis, 30 Oktober 2025 | 05:35 WIB
Frederick Edwin melepas pacu perahu naga yang berlangsung di perairan Sungai Mahakam, Kecamatan Melak, Rabu (29/10).
Frederick Edwin melepas pacu perahu naga yang berlangsung di perairan Sungai Mahakam, Kecamatan Melak, Rabu (29/10).

KALTIMPOST.ID-Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kutai Barat (Kubar) tahun 2025 ditandai dengan gelaran Festival Dahau.

Salah satu agenda utamanya adalah lomba pacu perahu naga yang berlangsung di perairan Sungai Mahakam, Kecamatan Melak, Rabu (29/10).

Bupati Kubar Frederick Edwin membuka langsung perlombaan tersebut. Ia hadir bersama Ketua DPRD Kubar Ridwai, Sekretaris Daerah Ayonius, Ketua TP PKK Maria Christina Mozes, Kepala Dispora Gamas Laden, Plt Kepala Dinas Pariwisata FX Sumardi, Dandim 0912 Kubar Letkol Inf Doni Fransisco, serta Kapolres AKBP Boney Wahyu Wicaksono.

Dalam sambutannya, Bupati Frederick menyampaikan bahwa lomba pacu perahu naga bukan sekadar ajang hiburan, tetapi juga bentuk pelestarian budaya lokal.

Ia berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat masyarakat dalam menjaga tradisi serta memperkuat rasa kebersamaan.

“Lomba pacu perahu naga ini diharapkan terus dilaksanakan dan ditingkatkan di tahun-tahun berikutnya. Kegiatan seperti ini mempererat solidaritas antarwarga sekaligus memperkaya identitas budaya Kutai Barat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Dahau 2025 FX Sumardi menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Kubar dan seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia menjelaskan, lomba pacu perahu naga tahun ini diikuti puluhan tim dari berbagai kecamatan di wilayah Kubar.

“Selain menjadi bagian dari perayaan HUT ke-26, lomba ini juga wadah untuk menjalin silaturahmi antarmasyarakat. Kami mengimbau peserta tetap menjunjung tinggi sportivitas dan menjaga keamanan selama perlombaan,” ungkap Sumardi.

Lomba perahu naga sejatinya bukan hal baru di Kutai Barat. Namun, kegiatan ini sempat vakum selama beberapa tahun.

Momentum HUT ke-26 dimanfaatkan pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali berbagai lomba tradisional, termasuk pacu perahu naga dan perahu ketinting, guna memperkuat kembali nilai-nilai budaya dan kebersamaan di tengah masyarakat. (rd)

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #ibu kota nusantara #Bupati Kutai Barat Frederick Edwin #Kutai Barat