Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Piala Dunia 2026

Tradisi yang Bangkit Lagi: Ini Para Juara Behempas Open 2025 dan Harapan agar Olahraga Adat Tak Punah

Sunardi Kaltim Post • Kamis, 6 November 2025 | 09:38 WIB


Para juara Behempas Open 2025 mengabadikan momen.
Para juara Behempas Open 2025 mengabadikan momen.

KALTIMPOST.ID, SENDAWAR - Sorak dan tawa mewarnai akhir pekan di Sendawar. Di tengah semangat masyarakat Kutai Barat, sebuah tradisi tua kembali hidup lewat ajang olahraga yang unik dan sarat makna budaya.

Bukan sekadar kompetisi, kegiatan ini menjadi wujud nyata upaya pelestarian warisan leluhur yang hampir terlupakan.

Di atas lapangan sederhana, semangat menjaga budaya bertemu dengan gairah berkompetisi generasi muda.

Baca Juga: Tertibkan Pengelolaan Aset Negara, BPN Kutai Barat Gelar Koordinasi Antarinstansi

Ajang Olahraga Tradisional (Oltrad) Behempas Open 2025 resmi berakhir dengan menobatkan Abi Baswan sebagai juara satu kategori putra dan Tiona sebagai juara satu kategori putri.

Keduanya tampil luar biasa pada babak final yang digelar di tengah perayaan Festival Dahau 2025, dalam rangka HUT ke-26 Kabupaten Kutai Barat.

Abi Baswan, juara kelas putra, mengaku penuh rasa bangga atas pencapaiannya.
“Ada rasa bangga tersendiri. Setelah beberapa kali ikut turnamen, akhirnya kali ini bisa juara,” ujar Abi kepada Kaltim Post.id, Kamis (6/11/2025).

Sebagai penggiat olahraga tradisional Behempas, Abi berharap ajang serupa bisa terus digelar setiap tahun.

"Semoga semakin banyak event agar olahraga ini makin dikenal, bukan hanya di Kutai Barat, tapi juga ke tingkat regional, nasional, bahkan internasional,” harapnya.

Hal senada disampaikan Tiona, juara kategori putri. Ia mengaku bangga bisa berpartisipasi sekaligus membawa pulang gelar juara.


“Senang bisa menang, semoga ke depan lebih banyak even seperti ini, terutama untuk kategori putri,” ujarnya dengan senyum bahagia.

Behempas sendiri merupakan olahraga tradisional khas Bumi Tanaa Purai Ngeriman yang dulu sering dimainkan saat upacara adat. Kini, tradisi tersebut mulai jarang terlihat dan hampir punah.

Melihat kondisi itu, Taruna Gharda Mandiri (TGM) di bawah komando Alsiyus dan mantan anggota DPRD Kutai Barat Arkadius Elly berinisiatif menggelar Behempas Open 2025.

Langkah ini bukan hanya untuk memeriahkan HUT kabupaten, tetapi juga sebagai gerakan pelestarian budaya lokal.

“Harapannya olahraga tradisional ini terus lestari. Kami ingin ada pembinaan agar regenerasi tetap terjaga,” kata Alsiyus.

Tak berhenti di situ, panitia berencana mendorong agar Behempas bisa masuk dalam agenda rutin tahunan dan dikembangkan ke level yang lebih tinggi.

Baca Juga: Pecahkan Rekor MURI! Ribuan Warga Meriahkan HUT Ke-26 Kutai Barat, Pemkab Beri Penghargaan ke Tokoh Pendiri Kubar

"Dengan dukungan dari Kemenbud RI, kami yakin olahraga tradisional ini bisa mendapat tempat di kancah regional, nasional, bahkan internasional,” tegas Alsiyus optimistis.

Semangat menjaga budaya lewat olahraga tradisional kini kembali menyala di Kutai Barat. Behempas bukan lagi sekadar permainan, melainkan simbol kebanggaan dan identitas daerah yang terus hidup di hati generasi muda. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#tradisi #Oltrad Behempas #olahraga tradisional #2025 #Behempas Open 2025 #festival dahau