KALTIMPOST.ID, SENDAWAR - Kampung Ngenyan Asa mendadak ramai pada Rabu (malam (19/11/2025), ketika sejumlah petugas gabungan bergerak cepat menuju dua titik yang saling berdekatan.
Warga sekitar sempat terkejut melihat pergerakan aparat yang berlangsung hingga lewat tengah malam.
Pergerakan ini menjadi awal dari terungkapnya jaringan kecil peredaran narkotika di Kecamatan Barong Tongkok. Dari operasi tersebut, enam orang diamankan dan dibawa ke Makodim untuk pemeriksaan lanjutan.
Baca Juga: Temu Karya Karang Taruna Kutai Barat, Tobi Rikardo Terpilih Jadi Ketua
Satintel Kodim 0912/Kubar bersama Badan Intelijen Negara (BIN) mengamankan para terduga dari dua lokasi berbeda. Empat orang ditemukan di sebuah rumah kecil yang difungsikan sebagai loket, sementara dua lainnya berada di rumah kos tak jauh dari titik pertama.
Dari kedua lokasi, petugas menyita berbagai barang bukti. Di antaranya bong alat hisap, 49 pocket sabu ukuran kecil, satu pocket sabu ukuran besar siap edar, timbangan digital, uang tunai, plastik klip bening, serta amplop kecil yang diduga digunakan dalam transaksi.
Dandim 0912/Kubar Doni Fransisco melalui Pasi Intel Kodim 0912/Kubar, Lettu Arm Nedi, mengatakan bahwa operasi ini berawal dari laporan masyarakat.
“Kami menindaklanjuti laporan itu, dan di lapangan berhasil mengamankan enam orang beserta barang bukti narkotika,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).
Setelah diamankan, keenam terduga dibawa ke Makodim untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
“Selanjutnya mereka akan kami serahkan ke Polres Kutai Barat,” tegasnya.
Penggerebekan yang dimulai pukul 19.00 Wita dan berakhir sekitar pukul 00.30 Wita itu berlangsung cukup alot. Salah satu terduga sempat bersembunyi di dalam kamar dan menolak keluar.
Petugas bahkan menghadirkan Petinggi Kampung Ngenyan Asa beserta staf untuk membantu membangun komunikasi. Setelah negosiasi panjang, terduga akhirnya menyerahkan diri.
Hingga kini, aparat masih mendalami peran masing-masing orang yang diamankan. Dari pengakuan awal, tiga di antaranya diduga berperan sebagai operator transaksi narkotika.
Satu orang diduga merupakan bandar, sementara satu lainnya disebut berperan sebagai kurir sekaligus pengguna. (*)
Editor : Ery Supriyadi