KALTIMPOST. ID, SENDAWAR – Belakangan ini di Kabupaten Kutai Barat marak beredar penipuan dengan modus melalui panggilan telepon atau video call via aplikasi WhatsApp.
Penipuan tersebut mengatasnamakan sejumlah instansi, salah satunya Dinas Kependudukan Dan Pencacatan Sipil (Disdukcapil).
Ulah oknum tak bertanggung jawab meminta data sensitif kependudukan, termasuk biometrik sidik jari. Dengan alasan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Kepala Disdukcapil Kubar Abimael mengungkapkan bahwa pihaknya tidak pernah meminta biometrik, data pribadi, atau kode apa pun melalui telepon maupun WhatsApp.
"Jika warga Kubar menerima panggilan seperti itu, abaikan saja dan jangan berikan data apa pun," tegasnya, Kamis (4/12/2025).
Abimael meminta warga Kubar selektif dan tidak mudah percaya informasi yang disampaikan melalui telepon.
"Jika ada hal- hal yang kurang jelas, silakan menghubungi Disdukcapil atau datang langsung ke kantor," ucapnya.
Untuk diketahui, ada beberapa korban yang sudah melaporkan hampir tertipu dengan modus tersebut. (*)
Editor : Duito Susanto