SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat memberangkatkan puluhan pendeta dan pengurus gereja untuk mengikuti ziarah rohani pada 2025. Pelepasan peserta dilakukan secara resmi di Auditorium Aji Tulur Jejangkat (ATJ), Jumat (5/12/2025). Sekretaris Daerah (Sekda) Kutai Barat, Ayonius, menyebut kegiatan ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan ruang untuk memperkuat iman dan kebersamaan umat.
“Ziarah bukan hanya sebuah perjalanan fisik, melainkan perjalanan batin untuk memperkuat iman, membangun kedalaman spiritual, serta memperkokoh kebersamaan dalam komunitas umat beragama,” ujarnya saat membacakan sambutan Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin. Ia menegaskan, Pemkab memandang ziarah sebagai bentuk kepedulian terhadap peran tokoh agama dalam membangun mental spiritual masyarakat dan menjaga kerukunan.
“Pembinaan rohani adalah bagian integral dari pembentukan karakter masyarakat yang beriman, rukun, dan damai. Ziarah memberikan ruang bagi umat untuk memperkaya pemahaman ajaran agama, memperdalam pengalaman rohani, dan merasakan pembaruan iman yang sesungguhnya,” lanjut Ayonius.
Kegiatan pembinaan dan persiapan ziarah juga dimaksudkan untuk memberikan informasi teknis kepada peserta, mulai dari jadwal keberangkatan, etika dan tata tertib selama perjalanan, hingga aspek keamanan dan keselamatan. “Mengajak peserta untuk berdoa dan melakukan refleksi diri sebelum memasuki pengalaman spiritual yang lebih mendalam,” katanya.
Pemkab berharap kegiatan ini memberi dampak nyata bagi peserta dan komunitas gereja. “Ziarah merupakan sarana untuk meningkatkan iman, pertobatan, pengampunan, serta pembaruan diri. Selain itu, ziarah juga menjadi kesempatan untuk membangun kebersamaan dan solidaritas antar umat,” tutupnya. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki