Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Jalan Trans Kalimantan di Belusuh Ambles dan Tak Bisa Dilewati Kendaraan Besar: Ini Jalur Alternatifnya

Sunardi Kaltim Post • Senin, 29 Desember 2025 | 12:52 WIB

 

Gorong-gorong Sungai Gosi, jalan Trans Kalimantan ambruk.   
Gorong-gorong Sungai Gosi, jalan Trans Kalimantan ambruk.  

KALTIMPOST.ID, SENDAWAR - Gorong-gorong Sungai Gosi jalan Trans Kalimantan, tepatnya di kawasan Kampung Muhur atau Belusuh Kecamatan Siluq Ngurai ambruk. Badan jalan Trans Kalimantan turut ambles. Jalan beraspal tersebut tersisa sekira satu meter dan tidak bisa dilewati mobil, sejak Senin (29/12/2025).

Gorong-gorong ambruk diduga akibat tidak mampu menahan debit air yang terus mengerus landasan gorong-gorong. Air tersebut bersumber dari Sungai Gosi dan Kolam eks tambang yang berada disebelah hulu.

Sekretaris Camat Siluq Ngurai, Beni Nuntun mengungkapkan bahwa melihat kondisi jalan yang ambruk, terpaksa akses jalan tersebut ditutup sementara. "Pengguna jalan dari arah Kubar-Samarinda dialihkan melalui jalan alternatif melewati Simpang Manis-Simpang Brigif.

“Demikian juga sebaliknya dari arah Samarinda-Kubar, melewati Simpang Brigif-Simpang Manis," terangnya saat ditemui dilokasi jalan ambruk.

Sedangkan untuk penanganan lebih lanjut jalan tersebut, pihaknya berharap dukungan  perusahaan yang ada di sekitar. "Kita harapkan juga dari BBPJN Kaltim untuk segera menindaklanjuti penanganan jalan yang ambruk tersebut. Karena jalan ini merupakan jalan poros Samarinda-Kubar, jika melewati jalan alternatif waktu tempuh lebih jauh, " tegasnya.

Pada kesempatan ini, Sekcam Siluq Ngurai menyampaikan  terima kasih kepada pemerintah daerah, Bupati Kutai Barat yang cepat tanggap berkolaborasi dengan pemerintah Kecamatan dan Karang Taruna serta unsur Muspika, TNI, Polri, berupaya bersama-sama mencari solusi dan bekerja di lapangan.

Saat disinggung terkait penyebab jalan ambruk, Sekcam mengungkapkan intensitas curah hujan cukup tinggi di Kecamatan Siluq Ngurai, dilokasi gorong-gorong diduga buntu sehingga menyebabkan debet sungai dan kolam eks tambang menyebabkan gorong-gorong ambruk.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kubar, Tobi Rikardo menyampaikan apresiasi gerak cepat pemerintah daerah dan Kecamatan Siluq Ngurai bersama-sama dengan Karang Taruna turun ke lapangan berupaya mengevakuasi dan menangani jalan ambruk.

"Kolaborasi semua unsur, penyiapan jalan alternatif dan membantu pengaturan jalan alternatif dilokasi dan kepada perusahaan dan pihak terkait agar segera membantu menanangi jalan ambruk tersebut," tegas Tobi.

Dari pantauan di lapangan pihak  pemerintah daerah  bersama karang taruna telah menurunkan eskavator ke lokasi untuk membantu penanganan sementara jalan tersebut.

“Jadi, bagi pengguna jalan poros Trans Kalimantan bisa menggunakan jalan alternatif yang telah disiapkan, terutama untuk kendaraan roda empat dan enam,” jelasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#karang taruna #trans kalimantan #BBPJN Kaltim #Siluq Ngurai