KALTIMPOST.ID-Penyaluran bantuan sosial berupa beras bagi 7.107 kepala keluarga (KK) masyarakat kurang mampu di Kutai Barat (Kubar) menuai sorotan.
Pasalnya, sejumlah warga yang dinilai memenuhi kriteria penerima justru tidak mendapatkan bantuan tersebut.
Menanggapi kondisi itu, Ketua Taruna Mandiri Kubar Alsiyus menjelaskan distribusi bantuan beras sepenuhnya mengacu pada data yang masuk ke Dinas Sosial Kubar. Data tersebut bersumber dari usulan masing-masing pemerintah kampung.
“Bantuan diberikan berdasarkan data yang masuk ke Dinas Sosial. Usulan itu berasal dari pemerintah kampung,” ujar Alsiyus, Senin (29/12).
Ia menyayangkan masih adanya pemerintah kampung yang dinilai kurang proaktif dalam menyampaikan data calon penerima bantuan.
Akibatnya, jumlah warga yang tercatat sebagai penerima dinilai tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan.
Sebagai contoh, Alsiyus menyebut di kampung tempat tinggalnya sendiri hanya dua KK yang tercatat sebagai penerima bantuan.
Menurutnya, angka tersebut tidak masuk akal jika melihat kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat.
“Kalau melihat kriteria penerima, seharusnya jumlahnya lebih banyak. Artinya, pendataan tidak berjalan maksimal,” tegasnya.
Ia menjelaskan, salah satu kriteria utama penerima bantuan sosial adalah masyarakat berpenghasilan rendah.
Jika pendataan dilakukan secara menyeluruh dan objektif, maka warga yang berhak menerima bantuan seharusnya bisa terakomodasi.
Alsiyus mengungkapkan, berdasarkan data di Dinas Sosial, terdapat sejumlah pemerintah kampung yang sama sekali tidak mengusulkan calon penerima bantuan.
Padahal, banyak program bantuan sosial disalurkan dengan mengacu pada data tersebut.
“Kalau tidak mengusulkan, jangan menyalahkan Dinas Sosial. Pemerintah sudah menyiapkan paket bantuan, tapi penyalurannya berdasarkan data yang masuk dari kampung,” katanya.
Ia mendorong pemerintah kampung agar lebih proaktif dalam proses pendataan. Jika mengalami kendala, kepala kampung dapat melibatkan perangkat kampung, staf, maupun ketua RT untuk membantu mendata warga kurang mampu.
Pada kesempatan yang sama, Alsiyus mengapresiasi pemerintah kampung yang telah aktif mengusulkan data calon penerima bantuan ke Dinas Sosial.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dan Bupati Kutai Barat atas penyaluran bantuan sosial tersebut.
“Itu bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat kurang mampu dan sudah sejalan dengan visi dan misi daerah,” pungkasnya. (rd)
SUNARDI
Editor : Romdani.