SENDAWAR – Sendawar Free Festival (SFF) yang digelar sejak 29 Desember 2025 akan resmi ditutup pada 4 Januari 2026. Festival ini berlangsung di Areal Sentral UMKM Sendawar Trade Center (STC), tepatnya di seberang Alun alun ITHO, Kutai Barat.
Puncak acara SFF dijadwalkan menghadirkan hiburan gratis bagi masyarakat sekaligus penggalangan dana untuk membantu korban bencana alam. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian festival akhir tahun yang digagas oleh pengelola STC bersama komunitas lokal.
Pembina Sendawar Trade Center, Alsiyus, mengatakan SFF merupakan bagian dari upaya memperkenalkan STC agar semakin dikenal masyarakat luas dan menjadi tujuan kunjungan warga Kutai Barat.
Baca Juga: Gerak Cepat Penanganan Jalan Ambruk Akibat Gorong- Gorong Sungai Gosi, Begini Kondisinya Sekarang
“Tujuan kegiatan ini untuk mengenalkan Sendawar Trade Center agar lebih dikenal, sehingga banyak orang datang dan berkunjung ke STC,” ujarnya kepada Kaltimpost.id, Jumat (2/1/2026).
Ia menambahkan, sesuai dengan rancangan awal, STC ke depan akan diarahkan sebagai pusat kegiatan dan berbagai event, seperti festival maupun pertunjukan yang diinisiasi oleh anak-anak muda Kutai Barat.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam penyelenggaraan kegiatan positif seperti SFF diharapkan mampu menyalurkan kreativitas mereka ke arah yang lebih produktif serta menjauhkan dari aktivitas negatif.
“Dengan anak-anak muda menggelar event di sana, harapannya kegiatan mereka lebih terarah dan membawa dampak positif,” katanya.
Selain menjadi ruang ekspresi kreatif, SFF juga dinilai memberikan dampak langsung terhadap pergerakan ekonomi lokal. Selama festival berlangsung, pengunjung dapat menikmati berbagai tenant UMKM, mulai dari kuliner lokal, minuman, produk kreatif, hingga bazar dan playground.
Baca Juga: Petinggi Kampung Sangsang Kubar Sulit Ditemui, Urusan Warga hingga Pelantikan Adat Tertunda
Beragam hiburan turut disajikan, seperti carnival, games, musik, tari daerah, produk budaya, serta penampilan komunitas seni lokal. Hal ini menjadikan SFF sebagai ajang hiburan keluarga sekaligus etalase potensi ekonomi kreatif Kutai Barat.
Pada malam puncak penutupan, panitia juga menggelar penggalangan dana bencana alam yang dimotori oleh Sanggar Kesenian Bantengan Putri Budoyo. Acara ini akan dimeriahkan oleh penampilan special guest Disk Jockey Yuliaa Kampoi, My Boy, serta artis ibukota Sendawar.
Salah satu pengunjung, Dani, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan SFF. Ia menilai festival tersebut sebagai kegiatan positif yang patut didukung, terutama karena melibatkan anak muda dan memberi ruang bagi pelaku UMKM lokal.
“Sebagai anak muda Kutai Barat, kami mendukung event seperti ini. Kegiatannya positif dan bermanfaat,” ujarnya.
Editor : Muhammad Ridhuan