Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Tekan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem, Pemkab Kubar Bangun 176 MCK di Muara Pahu dan Jempang

Sunardi Kaltim Post • Senin, 5 Januari 2026 | 18:39 WIB
Kantor Dinas PUPR Kutai Barat
Kantor Dinas PUPR Kutai Barat

KALTIMPOST.ID-Pemkab Kutai Barat (Kubar) terus memperkuat upaya penanganan kemiskinan ekstrem dan stunting melalui perbaikan sanitasi dasar.

Sepanjang tahun anggaran 2025, Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (DPUPR) Kubar membangun 176 unit Mandi Cuci Kakus (MCK) lengkap dengan tangki septik untuk rumah tangga kurang mampu.

Program tersebut dilaksanakan di dua wilayah yang menjadi fokus penanganan, yakni Kampung Muara Beloan, Kecamatan Muara Pahu, dan Kampung Muara Ohong, Kecamatan Jempang.

Total sebanyak 176 rumah menerima manfaat langsung dari pembangunan fasilitas sanitasi tersebut.

Kepala DPUPR Kubar Philip melalui Kepala Bidang Cipta Karya Hironimus Stepen menjelaskan bahwa pembangunan MCK dan pemasangan tangki septik bertujuan meningkatkan kualitas sanitasi dan kesehatan lingkungan masyarakat.

Langkah itu sekaligus mendukung program pengentasan kemiskinan ekstrem serta penurunan angka stunting di Kubar.

“Pada tahun anggaran 2025, kami membangun 70 unit MCK dan tangki septik di Kampung Muara Beloan, serta 106 unit di Kampung Muara Ohong,” ujar Stepen, Senin (5/1).

Menurutnya, kedua kampung tersebut ditetapkan sebagai locus stunting dan kemiskinan ekstrem sehingga memerlukan intervensi sanitasi yang terukur.

Pembangunan fasilitas ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terhadap sanitasi yang layak dan aman.

Stepen menambahkan, penentuan penerima manfaat dilakukan secara terkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan pemerintah kampung agar tepat sasaran.

Selain itu, pemasangan tangki septik juga bertujuan mencegah pencemaran air tanah dan menekan kandungan bakteri Escherichia coli agar tetap di bawah ambang batas aman.

“Penanganan sanitasi ini juga berkaitan dengan pengendalian E coli di lingkungan. Dalam hal ini, Dinas Perikanan turut berperan dalam penentuan indikator keberadaan bakteri tersebut,” jelasnya.

Dinas PUPR Kubar juga menyiapkan layanan sedot tinja untuk mendukung keberlanjutan fungsi tangki septik, yang ditargetkan baru disedot setelah dua setengah hingga tiga tahun pemakaian.

Program itu mendapat sambutan positif dari masyarakat. Petinggi Kampung Muara Ohong, Aliansyah, mengapresiasi dukungan Pemkab Kubar yang telah membangun 106 unit MCK di wilayahnya. “Manfaatnya sangat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya. (rd)

Editor : Romdani.
#Pemkab Kubar #penajam paser utara #kemiskinan ekstrem #ibu kota nusantara #Kutai Barat