SENDAWAR — Keluarga Besar Guru Agama Kristen Kabupaten Kutai Barat menggelar perayaan Natal yang dipusatkan di Gereja GKKAI, Kamis (15/1/2026). Momentum ini menjadi ajang refleksi sekaligus penguatan peran guru dalam menanamkan nilai keimanan, moral, dan toleransi di tengah masyarakat yang majemuk.
Dalam perayaan tersebut, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menyampaikan apresiasi atas dedikasi Guru Pendidikan Agama Kristen dalam membentuk karakter generasi muda. Sambutan Bupati dibacakan oleh Pelaksana Tugas Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Sekretariat Daerah Kutai Barat, Kamius Junaidi.
Dalam sambutannya, bupati berharap perayaan Natal tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat iman, persaudaraan, serta kerukunan antarumat beragama.
Baca Juga: Polres Kubar Perkuat Sinergi dengan Media melalui Silaturahmi Bersama Awak Pers
“Pemerintah daerah berkomitmen menjamin kegiatan keagamaan dapat berlangsung aman dan nyaman. Dari suasana damai inilah akan lahir masyarakat yang kuat,” ujar Kamius Junaidi membacakan sambutan Bupati.
Ia menegaskan, Natal merupakan sarana refleksi untuk meningkatkan kualitas kehidupan beragama umat Kristiani, yang pada akhirnya turut berdampak pada peningkatan pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Sebagai umat-Nya, setiap amal bakti dan pelayanan yang dilakukan hendaknya diwujudkan melalui perbuatan nyata, menghadirkan kebahagiaan bagi sesama tanpa memandang perbedaan,” katanya.
Dalam pesan Natal dengan tema “Christmas Love in God Harmony Together”, Bupati Kutai Barat menyampaikan sejumlah poin penting. Pertama, pemerintah daerah memberikan apresiasi tinggi kepada Guru Pendidikan Agama Kristen yang selama ini berperan aktif menanamkan nilai-nilai moral dan keimanan kepada peserta didik.
Menurutnya, semangat Natal harus menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan sekaligus memperkuat toleransi di tengah keberagaman masyarakat Kutai Barat.
Baca Juga: Optimalisasi Layanan Dasar, Tim Pembina Posyandu Kubar Kunjungi Kampung Melapeh Baru
Kedua, pesan Natal dinilai memiliki makna mendalam tentang kasih, kedamaian, dan harapan, yang relevan dalam menjaga kerukunan umat beragama sebagai kekuatan sosial daerah.
Ketiga, pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan keagamaan serta menjamin kebebasan beribadah bagi seluruh umat beragama.
Keempat, bupati mengajak para guru untuk terus menjadi teladan dan berperan aktif dalam pembangunan sumber daya manusia yang beriman, berakhlak, dan berdaya saing.
“Semangat Natal diharapkan menjadi motivasi bagi para guru untuk terus melayani dengan tulus dan berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah,” pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan