KALTIMPOST.ID-Perayaan Natal bersama lintas lembaga dan organisasi yang digelar di GOR Desnan, Sendawar, Kutai Barat (Kubar) berlangsung meriah, Sabtu (24/1).
Ribuan masyarakat memadati arena sejak pukul 16.30 Wita, menjadikan perayaan tersebut tidak hanya sebagai kegiatan keagamaan, tetapi juga ruang kebersamaan lintas komunitas di Kubar
Acara Natal bersama ini dihadiri jajaran pemerintah daerah, pimpinan lembaga dan organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, serta masyarakat dari berbagai latar belakang.
Antusiasme warga terlihat sejak sore hari, mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan dan toleransi yang terus terjaga di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.
Bupati Kubar Frederick Edwin dalam sambutannya menegaskan, perayaan Natal tidak seharusnya dipandang sebagai seremoni rutin tahunan semata.
Natal, menurutnya, merupakan momentum iman untuk merenungkan kasih Tuhan yang membawa terang, pengharapan, dan kedamaian bagi kehidupan bersama.
“Pada kesempatan yang penuh sukacita ini, kita diajak kembali merenungkan makna kelahiran Tuhan Yesus Kristus sebagai wujud kasih Allah yang sejati bagi umat manusia,” ujar Frederick.
Ia berharap semangat Natal dapat memotivasi seluruh lembaga, organisasi, pengurus, dan anggotanya untuk menjadi agen pembawa damai di tengah masyarakat.
Semangat tersebut dinilai penting dalam mempererat tali persaudaraan, meningkatkan toleransi, sekaligus mendukung keberhasilan pembangunan daerah.
Bupati menekankan, nilai-nilai Natal seharusnya menjadi dasar pengharapan dan ungkapan syukur, sekaligus menguatkan langkah iman dalam menjalani kehidupan.
Termasuk di dalamnya pengabdian dan pelayanan di berbagai bidang kehidupan pada tahun 2026.
Dalam sambutannya, Frederick juga menyampaikan sejumlah pesan dan harapan kepada seluruh lembaga dan organisasi yang hadir.
Pertama, ia menyampaikan apresiasi atas sinergi berbagai lembaga dalam menyukseskan penyelenggaraan Natal bersama tersebut.
“Saya mengapresiasi seluruh lembaga dan organisasi yang telah bersinergi dalam kegiatan ini, sekaligus atas dukungannya terhadap penyelenggaraan pemerintahan,” ucapnya.
Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan Kutai Barat membutuhkan kontribusi seluruh elemen masyarakat.
Lembaga dan organisasi kemasyarakatan dipandang sebagai mitra strategis pemerintah daerah, khususnya dalam membangun sumber daya manusia dan menjaga kondusivitas wilayah.
Frederick mendorong agar peran tersebut diwujudkan dalam program dan kegiatan nyata yang tidak hanya berorientasi pada penguatan internal organisasi, tetapi juga pada upaya memajukan daerah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Seluruh langkah itu diharapkan sejalan dengan visi pembangunan Kutai Barat, yakni “Kutai Barat yang Semakin Sejahtera, Aman, Adil, Merata, dan Beradat”.
Pesan kedua yang disampaikan adalah pentingnya meningkatkan kesatuan dan solidaritas dalam memasuki tahun yang baru.
Ia berharap seluruh lembaga semakin kompak dan memiliki kepedulian sosial, tidak hanya bagi anggotanya, tetapi juga bagi masyarakat luas.
Pesan ketiga, Frederick meminta doa dan dukungan seluruh elemen masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Memasuki hampir satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Haji Nanang, pemerintah daerah berkomitmen terus mengupayakan Kubar yang lebih unggul dan sejahtera melalui berbagai program pembangunan.
Frederick mengajak seluruh masyarakat menjadikan Natal sebagai momentum refleksi untuk memperbaiki kualitas diri, memperkokoh solidaritas antarumat, serta terus bergotong royong membangun daerah dengan semangat Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan persatuan dalam bingkai NKRI.
“Semoga Tuhan memberkati langkah-langkah kita dalam membangun Kubar,” pungkasnya. (rd)
Editor : Romdani.