KALTIMPOST. ID, SENDAWAR - Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menegaskan pengembangan lahan dan pembangunan infrastruktur harus berjalan berbarengan. Pernyataan ini muncul sebagai respons atas hambatan logistik yang sering dihadapi petani mandiri di Kutai Barat.
Wakil Bupati Kutai Barat, Nanang Adriani, menegaskan pengembangan sektor pertanian dan perkebunan di wilayah pedalaman mustahil berhasil tanpa dukungan infrastruktur jalan yang memadai.
Pembukaan lahan sawit maupun karet akan menjadi sia-sia jika petani tidak memiliki akses untuk mendistribusikan hasil pertanian tersebut.
"Membangun kebun sawit atau karet di pedalaman, tapi tidak ada jalan keluarnya, itu juga masih sangat sulit. Oleh sebab itu, pengembangan lahan dan pembangunan infrastruktur harus berjalan berbarengan," ungkap, Jumat (30/1/2026).
Menurut Wakil Bupati perencanaan sektor pertanian harus terintegrasi secara lintas sektoral agar investasi waktu dan tenaga masyarakat dalam menanam tidak terbuang percuma karena kendala akses transportasi.
Kolaborasi dengan dinas terkait infrastruktur jalan menjadi syarat mutlak dalam memperluas jangkauan pertanian dan perkebunan rakyat.
Pemerintah Kabupaten Kutai Barat saat ini tengah memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan kampung dan akses produksi sebagai bagian dari tema RKPD Kabupaten Kutai Barat yang berfokus pada stabilitas ekonomi berbasis agroindustri. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo